Santri Wajib Tes PCR, Wapres: Pesantren di Era New Normal Harus Aman

Kompas.com - 08/06/2020, 19:10 WIB
Seorang santri di Pondok Pesantren Annuriyah Kota Malang saat menjalani rapid test sebelum dipulangkan, Kamis (7/5/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKSeorang santri di Pondok Pesantren Annuriyah Kota Malang saat menjalani rapid test sebelum dipulangkan, Kamis (7/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan pesantren yang akan kembali berkegiatan di era kenormalan baru atau new normal harus dipastikan steril dan aman terlebih dahulu sebelum menerima santri.

Seluruh santri yang akan masuk, kata dia, wajib menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) terlebih dahulu untuk memastikan mereka bebas Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah pun akan menyiapkan bantuan untuk pesantren-pesantren tersebut agar kembali berkegiatan di era new normal tanpa menjadi pusat penularan Covid-19 yang baru.

"Pemerintah akan menyiapkan untuk membantu pesantren, supaya sebelum santri masuk itu pesantren disterilkan dulu, aman dulu, kemudian santri-santri masuk pun dilakukan tes PCR sehingga mereka sudah aman," kata Ma'ruf dalam konferensi pers melalui telekonferensi, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Santri Kembali ke Pesantren Usai 12 Juni, Wajib Bawa Surat Sehat dari Puskesmas

Tak hanya itu, para santri tersebut juga harus dipandu untuk tetap menjalankan protokol kesehatan selama di dalam pesantren.

Protokol itu antara lain menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan agar lebih aman, kata Ma'ruf para santri itu pun dilarang keluar dari pesantren dan menghindari bertemu dengan pihak lain.

Jika bertemu pun, physical distancing harus tetap dijaga. Ini termasuk pihak pesantren yang membatasi orang dari luar untuk masuk ke pesantren tersebut.

"Ini nanti akan kami rumuskan supaya benar-benar sebelum masuk sudah steril, kalau sudah masuk mereka sudah aman. Mereka juga seterusnya terjaga dari penularan Covid-19-nya," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rencana New Normal, PKB Minta Kondisi Pesantren Diperhatikan

Namun bagi pondok yang sudah terlebih dahulu membuka pesantrennya, maka pihaknya akan meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah untuk memandu dan mengamankannya.

"Caranya nanti akan dibicarakan seperti apa, supaya mereka yang berada di pesantren dilakukan pemeriksaan intensif agar tak ada yang bawa Covid-19 ke dalam pesantren," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Lebih dari 100 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Kemenkes: Lebih dari 100 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Nasional
Said Aqil Siradj Nyatakan Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Said Aqil Siradj Nyatakan Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Nasional
Puspenerbal Kini Miliki 2 Helikopter Latih Bell 505 Generasi Terbaru

Puspenerbal Kini Miliki 2 Helikopter Latih Bell 505 Generasi Terbaru

Nasional
Menteri Trenggono Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Rapimnas Kadin

Menteri Trenggono Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Rapimnas Kadin

Nasional
Soal Pemberian 3 Ton Jeruk dari Warga Karo untuk Jokowi, Ini Kata KPK

Soal Pemberian 3 Ton Jeruk dari Warga Karo untuk Jokowi, Ini Kata KPK

Nasional
Sistem Merit LAN Kembali Raih Predikat Sangat Baik dari KASN

Sistem Merit LAN Kembali Raih Predikat Sangat Baik dari KASN

Nasional
Dukung RUU TPKS, Fraksi PAN: Momentum Negara Hadir Menindak Pelaku Kekerasan Seksual

Dukung RUU TPKS, Fraksi PAN: Momentum Negara Hadir Menindak Pelaku Kekerasan Seksual

Nasional
Kementerian KP Akan Tingkatkan Fasilitas Produksi Kampung Budi Daya Ikan Patin di Lebak

Kementerian KP Akan Tingkatkan Fasilitas Produksi Kampung Budi Daya Ikan Patin di Lebak

Nasional
Jaksa Sebut Munarman Pernah Ajak Peserta Seminar untuk Dukung ISIS

Jaksa Sebut Munarman Pernah Ajak Peserta Seminar untuk Dukung ISIS

Nasional
Lewat Sarana Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Berupaya Bangun Imunitas Masyarakat

Lewat Sarana Komunikasi dan Informatika, Menkominfo Berupaya Bangun Imunitas Masyarakat

Nasional
Atur Aktivitas Masyarakat Selama Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Imendagri

Atur Aktivitas Masyarakat Selama Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Imendagri

Nasional
6 Negara Ini Lakukan Mitigasi Covid-19 Varian Omicron, Bagaimana dengan Indonesia?

6 Negara Ini Lakukan Mitigasi Covid-19 Varian Omicron, Bagaimana dengan Indonesia?

Nasional
Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, Satu Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Kontak Tembak dengan TNI di Yahukimo, Satu Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Nasional
UPDATE 8 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,40 Persen

UPDATE 8 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,40 Persen

Nasional
Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Sido Muncul Salurkan Produk Senilai Rp 210 Juta

Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Sido Muncul Salurkan Produk Senilai Rp 210 Juta

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.