Kompas.com - 25/06/2020, 05:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengungkap, terdapat penambahan 1.113 kasus Covid-19 pada Rabu (24/6/2020).

Penambahan itu menyebabkan secara akumulasi ada 49.009 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

"Kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.113 orang sehingga totalnya menjadi 49.009 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Rabu sore.

Kasus baru Covid-19 tersebar di 29 provinsi.

Baca juga: Sebaran 1.113 Kasus Baru Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Penambahan kasus baru tertinggi ada di provinsi Jawa Timur dengan 183 kasus. Diikuti DKI Jakarta dengan penambahan 157 kasus baru.

Kemudian, Sulawesi Selatan bertambah 132 kasus baru, Maluku Utara melaporkan 95 kasus baru, dan Kalimantan Selatan bertambah 90 kasus.

Yuri mengungkap bahwa terdapat 18 provinsi yang mengalami peningkatan kasus baru di bawah angka 10. Ada pula provinsi yang sama sekali tak mencatatkan kasus baru

"18 provinsi hari ini melaporkan kasus baru di bawah 10 dan 5 provinsi melaporkan tidak ada kasus (baru) sama sekali," ujar Yuri.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Babel Mencapai 80 Persen

Lima provinsi yang tak mencatatkan kasus baru itu yakni Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pasien Meninggal Bertambah

Pemerintah juga mengungkap bahwa jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 38 orang.

Hingga Rabu (24/6/2020), ada 2.573 orang yang meninggal karena terinfeksi Covid-19.

"Kasus meninggal 38 orang sehingga total menjadi 2.573," kata Yuri.

Penambahan jumlah pasien meninggal dunia itu tersebar di 12 provinsi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 10.092, Gugus Tugas: Masyarakat Jangan Euforia Meski Tak PSBB

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penambahan pasien Covid-19 meninggal terbanyak yaitu sembilan orang. Kemudian DKI Jakarta bertambah delapan orang.

Selanjutnya, Sulawesi Selatan bertambah enam orang meninggal. Diikuti Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing tiga pasien meninggal.

Lalu Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat bertambah dua orang. Terakhir, Kalimantan Selatan, Maluku, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Bengkulu masing-masing bertambah satu orang meninggal.

Peningkatan Pasien Sembuh

Kabar baiknya, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 terus meningkat. Pemerintah mencatat, pasien yang berhasil sembuh dalam 24 jam terakhir bertambah 417 orang.

Dengan demikian, hingga Rabu pukul 12.00 WIB, total pasien sembuh di Indonesia menjadi 19.658 orang.

Baca juga: Pasien Sembuh Setelah 22 Kali Tes Swab, Bupati: Anda Bisa Bayangkan Rasanya?

"Total kasus sembuh hari ini sebanyak 417 orang, sehingga akumulasinya adalah menjadi 19.658 orang," ujar Yuri.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebaran pasien sembuh dalam 24 jam terakhir terdapat di 28 provinsi.

Penambahan pasien sembuh tertinggi di DKI Jakarta, yakni sebanyak 94 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh di wilayah ibu kota kini berjumlah 5.322 orang.

Kemudian, di Jawa Timur tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 80 orang. Sehingga, total pasien sembuh sebanyak 2.995 orang.

Selanjutnya, 39 pasien di Sulawesi Selatan juga dinyatakan sembuh. Total, pasien sembuh di provinsi tersebut sampai saat ini berjumlah 1.402 orang.

Baca juga: Cerita Gubernur Gorontalo Ubah Miras Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer...

Kemudian Gorontalo yang mencatat 31 orang dinyatakan sembuh. Total pasien sembuh hingga kini menjadi 173 orang.

Penambahan ODP dan PDP

Pemerintah sampai saat ini masih melakukan pemantauan terhadap warga dengan status orang dalam pengawasan (ODP) terkait Covid-19.

Berdasarkan data pemerintah hingga Rabu (24/6/2020) pukul 12.00 WIB, tercatat ada 36.648 ODP.

"Kami masih melakukan pemantauan terhadap ODP sebanyak 36.648 orang," kata Yurianto.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 kini sebanyak 13.069 orang.

Yurianto mengungkap, pemerintah juga terus memeriksa spesimen terkait Covid-19.

Berdasarkan data sejak Selasa (23/6/2020) hingga Rabu, pemerintah memeriksa 21.233 spesimen dari 12.238 orang.

Baca juga: Jenazah PDP Covid-19 Tertukar, Petugas Pemulasaraan Diberi Surat Peringatan

Sehingga total spesimen yang diperiksa sampai saat ini sebanyak 689.452 dari 413.919 orang. Adapun satu spesimen bisa diperiksa lebih dari sekali.

"Pemeriksaan spesimen yang kita lakukan sampai hari ini adalah sejumlah 21.233," kata dia.

Masih Ada yang Tak Patuh

Yurianto menyebut bahwa masih ada orang yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mereka adalah kelompok yang rentan tertular virus dan menyebabkan angka penambahan pasien Covid-19 terus meningkat.

"Masih adanya kelompok rentan yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan tidak rajin mencuci tangan," kata Yuri.

"Inilah yang kemudian menjadi kelompok rentan untuk tertular dan ini memberikan gambaran kasus baru yang muncul," lanjut dia.

Menurut Yuri, banyak orang yang merasa aman dari infeksi Covid-19 karena tak bergejala sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

Baca juga: Yurianto: Masih Ada Kelompok Rentan yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Padahal, sebagian orang yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya tidak menunjukkan gejala infeksi yang signifikan.

"Kasus yang positif dan kemudian tidak memiliki gejala yang signifikan membuat merasa lebih aman atau merasa sehat. Ini yang tidak disadari," kata Yuri.

Oleh karenanya, Yuri meminta seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mulai dari memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, juga menjaga jarak.

"Mari jadikan ini kebiasaan baru di kehidupan sehari-hari," kata Yuri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PBNU Bakal Berikan Santunan Rp 5 Juta untuk Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan

PBNU Bakal Berikan Santunan Rp 5 Juta untuk Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan

Nasional
Jubir: KPK Menyayangkan, Penyelidikan Formula E Diseret-seret untuk Kepentingan Politik

Jubir: KPK Menyayangkan, Penyelidikan Formula E Diseret-seret untuk Kepentingan Politik

Nasional
Anies Baswedan Tiba di Nasdem Tower Jelang Pengumuman Deklarasi Capres 2024

Anies Baswedan Tiba di Nasdem Tower Jelang Pengumuman Deklarasi Capres 2024

Nasional
Jokowi: Mungkin Sebentar Lagi Kita Nyatakan Pandemi Sudah Berakhir

Jokowi: Mungkin Sebentar Lagi Kita Nyatakan Pandemi Sudah Berakhir

Nasional
Tragedi Stadion Kanjuruhan, MUI: Bentuk Tim Khusus Independen

Tragedi Stadion Kanjuruhan, MUI: Bentuk Tim Khusus Independen

Nasional
Empat Arahan Jokowi Usai Tragedi Kanjuruhan Malang, Investigasi Menyeluruh hingga Usut Tuntas

Empat Arahan Jokowi Usai Tragedi Kanjuruhan Malang, Investigasi Menyeluruh hingga Usut Tuntas

Nasional
KPK Bantah Firli Paksakan Anies Jadi Tersangka Kasus Formula E

KPK Bantah Firli Paksakan Anies Jadi Tersangka Kasus Formula E

Nasional
'Prank' KDRT Baim Wong, Dalih Lelucon Dinilai Tak Bisa Jadi Pembenaran

"Prank" KDRT Baim Wong, Dalih Lelucon Dinilai Tak Bisa Jadi Pembenaran

Nasional
KSP: Pemerintah Memastikan Tragedi Kanjuruhan Tidak Terulang

KSP: Pemerintah Memastikan Tragedi Kanjuruhan Tidak Terulang

Nasional
Polemik 'Prank' KDRT Baim Wong, Ini Ancaman Pidana Laporan Palsu

Polemik "Prank" KDRT Baim Wong, Ini Ancaman Pidana Laporan Palsu

Nasional
KPK Tegaskan Kasus Formula E Masih Tahap Penyelidikan

KPK Tegaskan Kasus Formula E Masih Tahap Penyelidikan

Nasional
Komnas Perempuan Kecam Tindakan Baim Wong yang Buat 'Prank' KDRT

Komnas Perempuan Kecam Tindakan Baim Wong yang Buat "Prank" KDRT

Nasional
Nasdem Deklarasi Nama Capres 2024 Hari Ini, Siapa yang Dipilih?

Nasdem Deklarasi Nama Capres 2024 Hari Ini, Siapa yang Dipilih?

Nasional
'Prank' KDRT Baim Wong Dinilai Tetap Melanggar Hukum meski Cuma Lelucon

"Prank" KDRT Baim Wong Dinilai Tetap Melanggar Hukum meski Cuma Lelucon

Nasional
Perkara Gas Air Mata Polisi di Stadion Kanjuruhan dan Larangan Penggunaannya

Perkara Gas Air Mata Polisi di Stadion Kanjuruhan dan Larangan Penggunaannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.