SOROT POLITIK

Usai Idul Fitri, Kemenko Perekonomian Bersiap Pulihkan Ekonomi

Kompas.com - 26/05/2020, 11:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama istri Yanti Airlangga, saat mengikuti Halal Bihalal Daring Kemenko Perekonomian, Senin (25/5/2020). DOK. GolkarMenko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama istri Yanti Airlangga, saat mengikuti Halal Bihalal Daring Kemenko Perekonomian, Senin (25/5/2020).

KOMPAS.com – Kementerian Koordinator ( Kemenko) Perekonomian akan memulai Work From Office (WFO) secara terbatas dan sesuai protokol kesehatan, pada Kamis (27/5/2020).

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hal tersebut dilakukan agar upaya pemulihan ekonomi dapat lebih fokus.

“Kami berdoa semoga jajaran Kemenko Perekonomian dapat terus mempertahankan semangatnya untuk mengawal dan membangun perekonomian bangsa,” kata Airlangga, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Airlangga, dalam Halal Bihalal daring Kemenko Perekonomian, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Kemenko Perekonomian Buat Kajian Awal Buka Fasilitas Publik, Kemenkes: Itu Masih Pendapat, Bukan Rencana

Pada kesempatan tersebut, Airlangga kembali mengingatkan seluruh karyawan Kemenko Perekonomian untuk merespons efek pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

“Secara terbatas pergerakan masyarakat sedang menuju fase kehidupan normal baru. Namun di saat yang bersamaan, mata rantai Covid-19 harus segera terputus. Secara bertahap kami hendak mendorong dan menggerakkan perekonomian,” kata Airlangga.

Airlangga berharap, bangsa Indonesia dapat segera keluar dari penurunan kurva ekonomi.

“Dengan sejumlah upaya pemulihan ekonomi, kami harap Indonesia segera kembali menuju ke kehidupan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik,” kata Airlangga.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2,97 Persen, Menko Airlangga Nilai Masih Positif

Di sisi lain, Airlangga juga berharap agar bangsa Indonesia dianugerahi persatuan yang kokoh, kedamaian, kesejahteraan, kerukunan, kesehatan, serta keselamatan dari berbagai ancaman dan krisis.

Dengan begitu, seluruh elemen bangsa termasuk kalangan agama dan masyarakat sipil dapat berpartisipasi membangun bangsa.

“Upaya pembangunan dan pemulihan ekonomi harus melibatkan partisipasi dan gotong royong masyarakat,” kata Airlangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 10 Triliun, Heru Hidayat: Harta Saya Tak Sampai Segitu

Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 10 Triliun, Heru Hidayat: Harta Saya Tak Sampai Segitu

Nasional
Ini Kinerja Kemenlu soal Penanganan Pandemi Covid-19

Ini Kinerja Kemenlu soal Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Peserta Pilkada Dinilai Gagal Gelar Kampanye yang Aman dari Covid-19

Peserta Pilkada Dinilai Gagal Gelar Kampanye yang Aman dari Covid-19

Nasional
Pengamat: Demokrasi Memang Berisik, Jokowi Jangan Panik Kalau Dikritik

Pengamat: Demokrasi Memang Berisik, Jokowi Jangan Panik Kalau Dikritik

Nasional
KPK: Salah Alamat Kalau Jadi Kepala Daerah untuk Cari Pendapatan Lebih Besar

KPK: Salah Alamat Kalau Jadi Kepala Daerah untuk Cari Pendapatan Lebih Besar

Nasional
Satgas: Mobilitas Penduduk Saat Libur Panjang Berdampak pada Peningkatan Kasus

Satgas: Mobilitas Penduduk Saat Libur Panjang Berdampak pada Peningkatan Kasus

Nasional
Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Sebar Sentimen Negatif tentang Perekonomian Nasional

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Sebar Sentimen Negatif tentang Perekonomian Nasional

Nasional
Rekomendasi Mahfud MD Tambah Pasukan di Papua Dikritik

Rekomendasi Mahfud MD Tambah Pasukan di Papua Dikritik

Nasional
Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Jiwasraya: Bagaikan Hukuman Mati

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Jiwasraya: Bagaikan Hukuman Mati

Nasional
Presiden Jokowi Diminta Buka Draf UU Cipta Kerja

Presiden Jokowi Diminta Buka Draf UU Cipta Kerja

Nasional
Fadli Zon: Ada Anggapan Kalau Jadi Partai Koalisi Tak Boleh Lagi Bersuara di DPR, Ini Bahaya

Fadli Zon: Ada Anggapan Kalau Jadi Partai Koalisi Tak Boleh Lagi Bersuara di DPR, Ini Bahaya

Nasional
Hari Santri, Wapres Minta Santri dan Pesantren Kontribusi Majukan Bangsa

Hari Santri, Wapres Minta Santri dan Pesantren Kontribusi Majukan Bangsa

Nasional
Ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PAL Budi Saleh Diduga Terima Rp 686 Juta

Ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PAL Budi Saleh Diduga Terima Rp 686 Juta

Nasional
Setahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Retno Paparkan Hasil Kinerja Perlindungan WNI

Setahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Retno Paparkan Hasil Kinerja Perlindungan WNI

Nasional
4.432 Kasus Baru Covid-19 dari 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 989

4.432 Kasus Baru Covid-19 dari 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 989

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X