Berkaca dari Kasus Stafsus Milenial, Pukat UGM Sebut Setiap Pejabat Harus Dapat Orientasi tentang Etika

Kompas.com - 20/04/2020, 12:33 WIB
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gajah Mada (UGM) Zaenur Rohman. Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaPeneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gajah Mada (UGM) Zaenur Rohman.

JAKARTA, KOMPAS.com- Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi UGM Antikorupsi Zaenur Rohman menilai setiap pejabat yang baru menduduki jabatan harus diberi orientasi mengenai birokrasi dan etika pemerintahan.

Zaenur mengatakan, hal itu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan seperti yang sedang terjadi pada staf khusus presiden saat ini.

"Seharusnya setiap pejabat yang menduduki jabatan baru itu harus mendapat orientasi mengenai briokrasi pemerintahan, etika, dan sebagainya," kata Zaenur kepada Kompas.com, Senin (20/4/2020).

Baca juga: Stafsus Milenial Presiden, Dulu Diharapkan, Kini Jadi Sorotan...

Zaenur menuturkan, konflik kepentingan wajib dihindari oleh setiap pejabat karena konflik kepentingan dapat menjurus pada tindak pidana korupsi jika diikuti tindakan-tindakan melawan hukum.

Zaenur menduga hal itu tidak diberikan kepada para staf khusus presiden sehingga dua staf khusus, Belva Devara dan Andi Taufan, melakukan konflik kepentingan.

"Ini merupakan suatu pelanggaran etika publik, suatu pelanggaran etika bisnis, dan ini sudah jelas-jelas menjurus pada tindak pidana korupsi," ujar Zaenur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 4 dari 7 Staf Khusus Milenial Jokowi Miliki Perusahaan Sendiri, Siapa Saja Mereka?

Sebelumnya, stafsus Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra dan Belva Devara dinilai melakukan konflik kepentingan.

Andi Taufan dinilai melakukan konflik kepentingan saat menyurati camat se-Indonesia terkait permohonan agar para camat mendukung edukasi dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk melawan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh perusahaan pribadinya, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha).

Sedangkan, Belva dinilai melakukan konflik kepentingan setelah perusahaan miliknya, Ruangguru, menjadi salah satu mitra dalam program kartu prakerja.

Baca juga: Ketika Stafsus Milenial Presiden Jadi Sorotan...

Di samping itu, empat dari tujuh stafsus milenial Jokowi tercatat memiliki jabatan di perusahaan pribadi mereka.

Mereka adalah pendiri PT Amartha Mikro Fintek, Andi Taufan Garuda Putra; CEO sekaligus co-founder Ruangguru.com, Adamas Belva Syah Devara; pendiri Creativepreneur Event Creator dan Chief Business Oficer Kreavi, Putri Indahsari Tanjung; dan pendiri Thisable Enterprise, Angkie Yudistia.

Sementara, tiga stafsus milenial lainnya tercatat bergerak di bidang sosial yaitu Ayu Kartika Dewi, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, dan Aminuddin Ma'ruf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.