5.986 ABK WNI yang Bekerja di Luar Negeri Telah Kembali ke Tanah Air

Kompas.com - 09/04/2020, 18:04 WIB
Sejumlah WNI terdampak lockdown di Malaysia akan dipulangkan ke Sumatera Utara dari Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Selasa (31/3/2020). WNI terdampak lockdown pandemi wabah COVID-19 di Malaysia ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai terancam tidak bisa pulang ke daerah asalnya seperti ke sejumlah kota di Sumut dan Sumbar yang sudah ada memberlakukan karantina daerah. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/nz
ANTARA FOTO/Aswaddy HamidSejumlah WNI terdampak lockdown di Malaysia akan dipulangkan ke Sumatera Utara dari Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Selasa (31/3/2020). WNI terdampak lockdown pandemi wabah COVID-19 di Malaysia ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai terancam tidak bisa pulang ke daerah asalnya seperti ke sejumlah kota di Sumut dan Sumbar yang sudah ada memberlakukan karantina daerah. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/nz
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 5.986 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di luar negeri terdata telah kembali ke Tanah Air.

Para WNI itu kembali lantaran kapal tempat mereka bekerja berhenti beroperasi akibat Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyebut, setidaknya ada 17.769 ABK WNI yang bekerja di 122 kapal pesiar yang terdampak penghentian operasi.

"Penyebaran pandemik Covid-19 berpotensi menghentikan operasinya dan memulangkan ABK WNI ke Indonesia," kata Retno saat menyampaikan keterangan di Kantor Kemenlu secara virtual, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: UPDATE: Bertambah 5 Orang, Total 42 WNI di Luar Negeri Sembuh dari Covid-19

Ia menegaskan, pemerintah terus berkomitmen untuk membantu proses pemulangan ABK WNI dari sejumlah negara.

Meski demikian, tidak seluruh WNI ABK memutuskan untuk kembali ke Tanah Air karena masih bertugas sebagai kru di atas kapal.

Retno menambahkan, mereka yang kembali termasuk yang sebelumnya bekerja di kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream.

Kebanyakan dari ABK WNI yang telah pulang, masuk ke Indonesia melalui Bali.

Baca juga: WNI Terpapar Covid-19 di Singapura Melonjak Menjadi 45 Pasien

"Kami terus berkoordinasi dengan Gubernur Bali utnuk memastikan perlunya penguatan protokol kesehatan saat kedatangan termasuk sumber daya manusia dan alat pemeriksaan," ucapnya.

Sementara, bagi ABK yang bukan merupakan warga Bali, ia menyatakan, perlu adanya kerja sama dengan pemerintah daerah tempat mereka berasal untuk memfasilitasi pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X