15 Persen Penumpangnya Terjangkit, Kapal Diamond Princess Jadi Epicentrum Baru COVID-19

Kompas.com - 21/02/2020, 16:30 WIB
Seorang pria bermasker menelepon dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut. AFP/CHARLY TRIBALLEAUSeorang pria bermasker menelepon dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto menyebut, kapal pesiar Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama, Jepang, telah menjadi epicentrum baru virus corona jenis baru (COVID-19).

Hal itu menyusul tingginya presentase populasi orang yang positif terjangkit COVID-19. Dari 3.711 orang yang terdiri atas 2.666 penumpang dan 1.045 kru, 15 persen diantaranya sudah positif COVID-19.

Presentase ini lebih tinggi dibandingkan dengan presentase warga yang positif corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang hanya 5 persen dari total populasi.

“Artinya orang yang berada di dalam situ (Diamond Princess) sudah sangat mungkin tertular,” kata Yurianto saat memberikan keterangan di Kantor Kemenkes, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Jokowi Pastikan Evakuasi WNI di Princess Diamond, Tapi...

Untuk diketahui, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal tersebut sebanyak 78 orang.

Empat di antaranya saat ini telah dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keempat orang itu kini tengah mendapatkan perawatan di dua rumah sakit berbeda, dua di antaranya berada di Shiba sedangkan dua lainnya di pinggiran Kota Tokyo.

“Pemerintah Jepang sudah melakukan protokol dengan sangat baik dan melayani dengan baik,”imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Terus Dampingi 4 WNI yang Terjangkit Corona di Kapal Diamond Princess

Sementara itu, terhadap 74 WNI lainnya, hingga kini pemerintah masih menunggu hasil screening kesehatan yang dilakukan pemerintah Jepang.

Rencananya, proses screening itu selesai pada 21 Februari dan akan diumumkan pada 22 Februari 2020.

“Jika ada yang positif akan dipindahkan ke rumah sakit. Tetapi yang negatif, Pemerintah Jepang sudah menyampaikan ke negara asalnya supaya menjemput karena Pemerintah Jepang tidak akan menyiapkan lokasi karantina di darat,”ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesisir Utara Jawa Darurat Tenggelam

Pesisir Utara Jawa Darurat Tenggelam

Nasional
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Kerugian Negara akibat Kasusnya yang Capai 30 Juta Dollar AS

Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Kerugian Negara akibat Kasusnya yang Capai 30 Juta Dollar AS

Nasional
Saat Jokowi Berikan Jaket Hijau Miliknya ke Warga Sumut...

Saat Jokowi Berikan Jaket Hijau Miliknya ke Warga Sumut...

Nasional
Nelayan Lihat Kapal Perang China, TNI AL Siagakan 4 Kapal Perang RI di Natuna

Nelayan Lihat Kapal Perang China, TNI AL Siagakan 4 Kapal Perang RI di Natuna

Nasional
Jepang Peringatkan Warganya soal Ancaman Teror di Indonesia, BIN: Kami Antisipasi

Jepang Peringatkan Warganya soal Ancaman Teror di Indonesia, BIN: Kami Antisipasi

Nasional
Jokowi Divonis Melawan Hukum soal Polusi Udara, Pemerintah Tunggu Kajian KLHK

Jokowi Divonis Melawan Hukum soal Polusi Udara, Pemerintah Tunggu Kajian KLHK

Nasional
Kemenkes: Indonesia Kini Miliki 245,7 Juta Vaksin Covid-19

Kemenkes: Indonesia Kini Miliki 245,7 Juta Vaksin Covid-19

Nasional
[POPULER NASIONAL] Panglima TNI Mutasi dan Promosi 150 Pati | Keterbukaan Krisdayanti soal Gaji Diapresiasi

[POPULER NASIONAL] Panglima TNI Mutasi dan Promosi 150 Pati | Keterbukaan Krisdayanti soal Gaji Diapresiasi

Nasional
Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Nasional
OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

Nasional
1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

Nasional
Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Nasional
KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.