Kompas.com - 21/02/2020, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto menyebut, kapal pesiar Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama, Jepang, telah menjadi epicentrum baru virus corona jenis baru (COVID-19).

Hal itu menyusul tingginya presentase populasi orang yang positif terjangkit COVID-19. Dari 3.711 orang yang terdiri atas 2.666 penumpang dan 1.045 kru, 15 persen diantaranya sudah positif COVID-19.

Presentase ini lebih tinggi dibandingkan dengan presentase warga yang positif corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China yang hanya 5 persen dari total populasi.

“Artinya orang yang berada di dalam situ (Diamond Princess) sudah sangat mungkin tertular,” kata Yurianto saat memberikan keterangan di Kantor Kemenkes, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Jokowi Pastikan Evakuasi WNI di Princess Diamond, Tapi...

Untuk diketahui, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal tersebut sebanyak 78 orang.

Empat di antaranya saat ini telah dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

Keempat orang itu kini tengah mendapatkan perawatan di dua rumah sakit berbeda, dua di antaranya berada di Shiba sedangkan dua lainnya di pinggiran Kota Tokyo.

“Pemerintah Jepang sudah melakukan protokol dengan sangat baik dan melayani dengan baik,”imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Terus Dampingi 4 WNI yang Terjangkit Corona di Kapal Diamond Princess

Sementara itu, terhadap 74 WNI lainnya, hingga kini pemerintah masih menunggu hasil screening kesehatan yang dilakukan pemerintah Jepang.

Rencananya, proses screening itu selesai pada 21 Februari dan akan diumumkan pada 22 Februari 2020.

“Jika ada yang positif akan dipindahkan ke rumah sakit. Tetapi yang negatif, Pemerintah Jepang sudah menyampaikan ke negara asalnya supaya menjemput karena Pemerintah Jepang tidak akan menyiapkan lokasi karantina di darat,”ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Nasional
Status 'Wanita Emas' Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Status "Wanita Emas" Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Nasional
Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Nasional
KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski 'Wanita Emas' jadi Tersangka

KPU Tetap Verifikasi Partai Republik Satu, Meski "Wanita Emas" jadi Tersangka

Nasional
Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Makan Pecel Bareng Cak Imin, Puan: Kesukaannya Sama, Jangan-jangan Cocok

Nasional
MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

MAKI Sentil Gubernur Papua Berjudi Saat Rakyat Sedang Kesusahan

Nasional
MAKI Minta KPK Lacak Sumber Dana Setoran Rp 560 Miliar Lukas Enembe ke Kasino Judi

MAKI Minta KPK Lacak Sumber Dana Setoran Rp 560 Miliar Lukas Enembe ke Kasino Judi

Nasional
MAKI Duga Setoran Lukas Enembe Rp 560 Miliar ke Kasino Judi Bukan dari Uang Pribadi

MAKI Duga Setoran Lukas Enembe Rp 560 Miliar ke Kasino Judi Bukan dari Uang Pribadi

Nasional
Puan dan Cak Imin Ziarah Bareng ke Makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata

Puan dan Cak Imin Ziarah Bareng ke Makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata

Nasional
Saatnya Reformasi Jilid II

Saatnya Reformasi Jilid II

Nasional
Prabowo Wakili Jokowi Bicara di Muktamar Persis

Prabowo Wakili Jokowi Bicara di Muktamar Persis

Nasional
Lukas Enembe Minta Berobat ke Luar Negeri demi Nyawa, KPK Putuskan Usai Periksa di Jakarta

Lukas Enembe Minta Berobat ke Luar Negeri demi Nyawa, KPK Putuskan Usai Periksa di Jakarta

Nasional
Mahfud Sebut Hakim Agung yang Terseret OTT KPK Lebih dari 1

Mahfud Sebut Hakim Agung yang Terseret OTT KPK Lebih dari 1

Nasional
Hakim Agung Kena OTT KPK, Mahfud MD: Hukumannya Harus Berat, Jangan Diampuni

Hakim Agung Kena OTT KPK, Mahfud MD: Hukumannya Harus Berat, Jangan Diampuni

Nasional
Adu Strategi Dua King Maker di Balik Seteru Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral

Adu Strategi Dua King Maker di Balik Seteru Dewan Kolonel Vs Dewan Kopral

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.