KILAS

BP3S Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Pekerja Sosial

Kompas.com - 08/02/2020, 16:13 WIB
Kepala BP3S bersama Kepala Pusbangprof Peksos Pensos,Kepala Puspensos, Kepala B2P3KS Yogyakarta dan BBPPKS Yogyakarta saat diskusi panel pada acara Workshop Pendidikan Profesi Pekerja Sosial Seluruh Indonesia, di Hotel Sheraton, Bandung, 3-5 Februari 2020. Dok. Humas BP3SKepala BP3S bersama Kepala Pusbangprof Peksos Pensos,Kepala Puspensos, Kepala B2P3KS Yogyakarta dan BBPPKS Yogyakarta saat diskusi panel pada acara Workshop Pendidikan Profesi Pekerja Sosial Seluruh Indonesia, di Hotel Sheraton, Bandung, 3-5 Februari 2020.

KOMPAS.com – Saat ini, upaya membentuk sumber daya manusia (SDM) kesejahteraan sosial sangat penting. Para pekerja sosial harus memiliki profesionalisme dan kapabilitas tinggi.

Oleh karena itu, Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) melalui Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial (P4S) menggelar workshop untuk memperkuat profesi pekerja sosial.

Pelatihan bertajuk Workshop Pendidikan Profesi Pekerja Sosial Seluruh Indonesia itu digelar di Hotel Sheraton, Bandung, Senin (3/2/2020) sampai Rabu (5/2/2020).

Baca juga: SDM Pekerja Sosial Jadi Kunci Kesuksesan Program Kesejahteraan Sosial

Pelatihan tersebut bertujuan agar muncul ide baru untuk menunjang dunia pendidikan profesi pekerjaan sosial, sebagai bagian dari perguruan tinggi lainnya.

"Selain itu, agar Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung dapat mencetak peserta didik berkualitas dan unggul untuk kesejahteraan sosial,” kata Kepala P4S, Tati Nugrahati dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, upaya mendorong proses serta tahapan perbaikan mutu SDM kesejahteraan sosial akan terus berjalan melalui kerja sama dengan pihak dan mitra terkait.

Sementara itu, Kepala BP3S, Syahabuddin mengungkapkan, pelatihan semacam itu penting karena pekerjaan sosial sangat dibutuhkan di Indonesia.

Baca juga: Bantu Korban Bencana Atasi Trauma, Kemensos Hadirkan Mobil Antigalau

"Saya harap akan lebih banyak perguruan tinggi membuka program studi profesi pekerjaan sosial, sehingga mereka semakin eksis di Indonesia ini," kata dia, Selasa (4/2/2020).

Syahabuddin juga berharap agar para pimpinan perguruan tinggi ilmu profesi pekerjaan sosial bergegas menyesuaikan kurikulum pendidikannya di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

76.981 Kasus Covid-19 di Indonesia: Sembuh 36.689, Meninggal 3.656

76.981 Kasus Covid-19 di Indonesia: Sembuh 36.689, Meninggal 3.656

Nasional
Terapkan WFH, LAN Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

Terapkan WFH, LAN Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

Nasional
Ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Proyek Lumbung Pangan

Ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Proyek Lumbung Pangan

Nasional
LAN Gelar Rapid Test dan Contact Tracing Setelah Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19

LAN Gelar Rapid Test dan Contact Tracing Setelah Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19

Nasional
Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19, LAN Tutup Kantor dan Berlakukan WFH

Seorang Pegawainya Meninggal Akibat Covid-19, LAN Tutup Kantor dan Berlakukan WFH

Nasional
Airlangga Minta GP Anshor Kampanyekan Bahaya Covid-19 Melalui Kearifan Lokal

Airlangga Minta GP Anshor Kampanyekan Bahaya Covid-19 Melalui Kearifan Lokal

Nasional
Mendagri: Kalau Ada Kekerasan di IPDN, Pelakunya akan Dipidana Tanpa Ampun

Mendagri: Kalau Ada Kekerasan di IPDN, Pelakunya akan Dipidana Tanpa Ampun

Nasional
Polri Catat Kenaikan Angka Kriminalitas Sebesar 10,37 Persen dalam Sepekan

Polri Catat Kenaikan Angka Kriminalitas Sebesar 10,37 Persen dalam Sepekan

Nasional
Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Disiapkan, Jokowi: Berupa Denda atau Kerja Sosial

Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan Disiapkan, Jokowi: Berupa Denda atau Kerja Sosial

Nasional
Teka-teki Penerbitan Paspor untuk Djoko Tjandra

Teka-teki Penerbitan Paspor untuk Djoko Tjandra

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anggota DPR dari Gerindra Disebut Teken Surat Pemecatan | 18 Lembaga Akan Dibubarkan Presiden

[POPULER NASIONAL] Anggota DPR dari Gerindra Disebut Teken Surat Pemecatan | 18 Lembaga Akan Dibubarkan Presiden

Nasional
Seorang Pegawai LAN Meninggal Akibat Covid-19

Seorang Pegawai LAN Meninggal Akibat Covid-19

Nasional
Kemenkes: Batasan Biaya Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Berlaku untuk Pasien Mandiri

Kemenkes: Batasan Biaya Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Berlaku untuk Pasien Mandiri

Nasional
Saat Pemerintah Akui Salah Gunakan Diksi New Normal...

Saat Pemerintah Akui Salah Gunakan Diksi New Normal...

Nasional
Mengenang Jenderal Hoegeng, Kapolri Jujur dan Teladan Bhayangkara...

Mengenang Jenderal Hoegeng, Kapolri Jujur dan Teladan Bhayangkara...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X