Ngabalin Minta Fadli Zon Jaga Ucapan soal Natuna

Kompas.com - 12/01/2020, 21:50 WIB
Ali Mochtar Ngabalin di di Jalan Widya Chandra V, Jakarta, Rabu (25/12/2019). KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI Ali Mochtar Ngabalin di di Jalan Widya Chandra V, Jakarta, Rabu (25/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan anggota Komisi I DPR Fadli Zon untuk menjaga sikap dan omongannya ketika menanggapi persoalan di Perairan Natuna Utara.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu sebelumnya mengomentari langkah Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke wilayah Natuna, pasca munculnya ketegangan antara Indonesia dan China di wilayah tersebut.

"Semakin menyerang pemerintah, itu semakin Anda tidak berwibawa. Karena Gerindra, Mas Prabowo (Ketum Gerindra) dan Mas Edhy (Prabowo) itu sudah berada di Kabinet," kata Ngabalin dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Baca juga: Pemerintah Harus Lakukan Tiga Hal Ini di Perairan Natuna

Ia juga meminta agar Fadli menggunakan diksi-diksi yang baik serta akal sehat ketika menyampaikan pendapat terkait Natuna.

Sebab, saat ini persoalan Natuna juga tengah diselesaikan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tak lain merupakan petinggi Gerindra.

"Karena itu pakai otak yang sehat sebagai anggota yang terhormat. Pakai diksi yang benar supaya benar-benar terhormat," kata dia.

Sebelumnya, Fadli Zon berharap, kehadiran Jokowi di Perairan Natuna memiliki dampak besar, salah satunya kapal-kapal China tak berani memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) tersebut.

Baca juga: Pakar Minta Pemerintah Tak Kerja Sama dengan China di ZEE Natuna Utara

Fadli mengatakan, kehadiran Jokowi di Natuna seharusnya memberikan pesan bagi China untuk tidak memasuki wilayah perairan Natuna.

Namun, kata dia, jika kapal- kapal China tetap memasuki Perairan Natuna, pesan atas kehadiran Jokowi tak dipedulikan.

"Ya kita lihat nanti dampaknya beberapa waktu ke depan, kalau ternyata masih ada kapal-kapal yang terus melintas batas tidak pada tempatnya, secara ilegal, berarti kunjungan itu kan dianggap tidak ada oleh mereka," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X