Stafsus Milenial Jokowi Angkie Yudistia Ceritakan Sulitnya Difabel Hidup Mandiri

Kompas.com - 23/12/2019, 00:53 WIB
Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia, saat acara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang bertajuk Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019). KOMPAS.com/Devina HalimStaf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia, saat acara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang bertajuk Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia, mengakui sulitnya hidup mandiri sebagai penyandang disabilitas.

Angkie menceritakan bahwa ia mengalami demam tinggi saat berumur 10 tahun. Hal itu kemudian berdampak pada pendengarannya.

Hal itu diungkapkan Sri saat acara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang bertajuk "Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju" di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

"Aku itu memang lahirnya sama seperti lainnya, hingga pada usia 10 tahun aku demam tinggi, yang mengakibatkan syaraf yang tidak bisa mendengar. Karena tahu banget sebagai perempuan berkebutuhan kusus, ini sulit banget untuk bisa hidup mandiri," kata Angkie.

Baca juga: Harapan di Pundak Angkie Yudistia: Melawan Stigma Disabilitas

Menurut dia, terdapat beberapa hal yang membuat seorang penyandang disabilitas kesulitan hidup mandiri di Indonesia.

Alasan pertama adalah lingkungan yang tidak mendukung. Kedua, adanya ketidakpercayaan pada kemampuan seorang difabel.

Terakhir, Angkie mengatakan bahwa kesempatan yang dimiliki difabel terbatas.

"Ketiga adalah kesempatan. Tidak semua orang bisa memberikan kesempatan teman-teman disabilitas. Disabilitas itu macam-macam. Ada yang tidak bisa mendengar, melihat, sensorik, motorik, intelektual," ungkapnya.

Baca juga: Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 21 juta jiwa.

Maka dari itu, ia pun tergerak memikirkan cara agar para difabel di usia produktif dapat mandiri secara ekonomi.

Menurutnya, siapa lagi yang akan memulai memikirkan solusi bila bukan diri sendiri.

"Ketika aku membuat disable entrepreneur tujuannya satu, membuat teman-teman merasa setara dengan non-disabilitas sehingga membuat Indonesia lebih ramah lagi," ucap Angkie.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Limpahkan Berkas Perkara Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan

KPK Limpahkan Berkas Perkara Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan

Nasional
Moeldoko Sebut KRI Suharso Paling Siap Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Moeldoko Sebut KRI Suharso Paling Siap Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Wapres Ma'ruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Nasional
Mendagri Sayangkan Banyak Pemda Belum Paham Pentingnya Minat Baca Masyarakat

Mendagri Sayangkan Banyak Pemda Belum Paham Pentingnya Minat Baca Masyarakat

Nasional
Ditanya Mengapa Jokowi Bicara Reshuffle ke Pegiat Medsos, Ini Jawaban Moeldoko

Ditanya Mengapa Jokowi Bicara Reshuffle ke Pegiat Medsos, Ini Jawaban Moeldoko

Nasional
Pulau Sebaru Kecil Akan jadi Ring 1 Selama Observasi WNI dari Kapal World Dream

Pulau Sebaru Kecil Akan jadi Ring 1 Selama Observasi WNI dari Kapal World Dream

Nasional
Lurah: 4.100 KK Terdampak Banjir di Cipinang Melayu

Lurah: 4.100 KK Terdampak Banjir di Cipinang Melayu

Nasional
Kasus Nurhadi Cs, KPK Geledah Kantor Firma Hukum di Surabaya

Kasus Nurhadi Cs, KPK Geledah Kantor Firma Hukum di Surabaya

Nasional
Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah, Hanya 297 Pegang Paspor

Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah, Hanya 297 Pegang Paspor

Nasional
Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Ketua dan Komisioner KPU Tak Penuhi Panggilan KPK karena Banjir

Nasional
3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

Nasional
Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Seleksi Calon Dirut TVRI Dihentikan Sementara

Nasional
Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Istana Sempat Kebanjiran, Menteri PUPR: Di Mana Banjirnya? Enggak Ada

Nasional
Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Benny Tjokro Klaim Keterlibatan Sahamnya di Jiwasraya Hanya Sekitar 2 Persen

Nasional
BMKG Sudah Ingatkan soal Cuaca Ekstrem ke Pemerintah Daerah

BMKG Sudah Ingatkan soal Cuaca Ekstrem ke Pemerintah Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X