Kongres Selesai, Nasdem Siapkan Konvensi Capres 2024 hingga Rekomendasi Hidupkan GBHN

Kompas.com - 11/11/2019, 15:39 WIB
Logo Partai Nasdem googleLogo Partai Nasdem

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Steering Committee (SC) Kongres ke-2 Partai Nasdem, Sugeng Suparwoto, mengatakan, Kongres ke-2 Partai Nasdem resmi ditutup oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Sugeng mengatakan, kongres yang digelar sejak tanggal 8 November itu menghasilkan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang baru hingga rekomendasi-rekomendasi internal.

Rekomendasi pertama, kata dia, Partai Nasdem memiliki perhatian pada wacana menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara ( GBHN) lewat amandemen terbatas UUD 1945.

Sugeng mengatakan, partainya ingin wacana tersebut dicermati serta menampung seluruh aspirasi rakyat.


"Kalau toh harus akan ada amandemen Undang-Undang Dasar 1945 sekali lagi untuk isu amandemen 1945, Nasdem akan mendengarkan seluas-luasnya suara masyarakat melalui uji publik dan sebagainya melalui kampus dan kelompok masyarakat tokoh masyarakat dan seterusnya," kata Sugeng di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Megawati Disebut Bakal Hadir di Acara Hari Ulang Tahun Partai Nasdem

Sugeng mengatakan, partainya akan melakukan konvensi untuk calon presiden tahun 2024.

Ia mengatakan, konvensi capres akan dilakukan 2 tahun sebelum Pemilu 2024 dan terbuka pada seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kader Nasdem.

"Konvensi insya Allah akan dilaksanakan 2 tahun sebelum pemilu, jadi kalau Pemilu 2024 maka konvensi dalam rangka mencari calon calon presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan diselenggarakan Tahun 2022, dua tahun sebelum pemilu," ujar dia. 

Sugeng juga mengatakan, ke depannya silaturahim kebangsaan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh akan tetap dilanjutkan.

Ia mengatakan, silaturahim kebangsaan tersebut tidak untuk "sharing power" tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Untuk itu maka parpol melakukan terus-menerus apa yang disebut silaturahim kebangsaan. Silaturahmi kebangsaan digarisbawahi tidak dalam rangka power sharing power block politic, semua adalah diartikan dalam kepentingan negara bangsa yang lebih luas," tutur dia. 

Baca juga: Panggung Nasdem untuk Anies Baswedan dan Agenda 2024

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan, rekomendasi lain adalah ikut berkontribusi dalam bidang ekonomi yaitu Indonesia ramah investasi, merawat lingkungan, serta merawat Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Maka dari itu peneguhan ideologi Pancasila menjadi sangat penting sebagaimana kita sebut 4 pilar utama Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945," ucap dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Zulkifli Hasan, DPW PAN: Jangan Dianggap Kami Berbenturan dengan Amien Rais

Dukung Zulkifli Hasan, DPW PAN: Jangan Dianggap Kami Berbenturan dengan Amien Rais

Nasional
Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, Kader Yakin PAN Tak Akan Pecah

Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, Kader Yakin PAN Tak Akan Pecah

Nasional
Soal Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, DPW PAN Sulut Yakin Amien Rais Bisa Terima

Soal Dukungan Dini ke Zulkifli Hasan, DPW PAN Sulut Yakin Amien Rais Bisa Terima

Nasional
30 DPW dan 420 DPD PAN Nyatakan Dukungan Dini Kepada Zulkifli Hasan

30 DPW dan 420 DPD PAN Nyatakan Dukungan Dini Kepada Zulkifli Hasan

Nasional
Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Sanimas IsDB, Program Lingkungan Bersih, Sehat, dan Ramah Wisatawan

Nasional
Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Dapat Tingkatkan Citra Polri

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, Ini Saran untuk Kabareskrim Baru

Nasional
ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

ICW Dorong Penyelidikan Lanjutan terhadap Eks Dirut Garuda Indonesia

Nasional
Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Waketum Bicara Tantangan PAN Lepas dari Ketergantungan pada Satu Tokoh

Nasional
Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap, ICW Duga Jokowi Beri Tenggat Lagi

Nasional
Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Setara: Listyo Harus Sadar Penunjukannya sebagai Upaya Penyelesaian Kasus Novel

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

[POPULER DI KOMPASIANA] Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Kampanye Senang Membaca | Kala Puber Kedua Meghampiri

Nasional
Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Jokowi Senang Projo Semangatnya Belum Turun

Nasional
Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Ketum Projo Ungkap Sempat Minta Jabatan Wamenhan ke Jokowi

Nasional
Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Projo: Jokowi Lima Periode Kami Juga Mau

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X