Ini Kata KPK Soal Rekayasa Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Kompas.com - 06/11/2019, 15:05 WIB
Kompas TV Berita terpopuler pertama, hakim pengadilan tipikor memvonis bebas mantan Dirut PLN Sofyan Basir. Sofyan divonis bebas atas dakwaan jaksa dalam kasus korupsi proyek PLTU Riau-1. Hakim menilai Sofyan Basir tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.<br /> <br /> Dalam pertimbangannya, hakim menyebut terdakwa Sofyan Basir tak mengetahui soal adanya pembagian fee terkait proyek PLTU Riau-1. Hal ini bersesuaian dengan keterangan yang disampaikan saksi saksi di persidangan. Selain vonis bebas, hakim juga memerintahkan jaksa untuk membebaskan Sofyan Basir dan melakukan pembukaan blokir rekening miliki Sofyan Basir dan keluarga. Atas putusan bebas, Sofyan Basir menyampaikan ungkapan syukur. Setelah vonis bebas, Sofyan Basir menyatakan bisa kembali ke masyarakat. Jaksa penuntut umum sebelumnya menuntut Sofyan Basir dengan tuntutan lima tahun penjara dan denda Rp200 juta. Berita terpopuler kedua, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK. Idham menyatakan, ia berkunjung menemui pimpinan KPK sebagai bentuk sinergisitas dan membahas kerja sama antara polri dan KPK dalam hal memberantas korupsi. Selain sinergi, pihak kepolisian pun berkomitmen akan segera mengungkapkan kasus teror dan intimidasi terhafap penyidik dan pimpinan KPK termasuk Novel Baswedan. Idham menuturkan, ia sengaja menjadikan KPK sebagai institusi kedua yang ia sambangi setelah sebelumnya menemui Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Jumat lalu. Idham juga menyebut, ia telah membangun hubungan baik dengan Agus selaku Ketua KPK sejak menjadi Kepala Divisi Propam Polri, Kapolda Metro Jaya, dan Kepala Bareskrim Polri. Sementara itu, agus menyatakan bahwa kunjungan Idham ke KPK merupakan kunjungan kehormatan. Berita terpopuler ketiga, Ketua PSSI Mochamad Iriawan memberikan penjelasan pasca &ndash; viralnya video Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto yang melempar botol ke dalam lapangan. Sebelumnya, Sugianto melempar botol ke tengah lapangan saat pertandingan Kalteng Putra melawan Persib Bandung. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu hanya tertawa dan menjawab hal itu ranah komisi disiplin. Hal itu disampaikan Iwan Bule usai bertemu dengan Menpora Zainudin Amali. Berikut keterangan dari Iwan Bule.

"Pada pertengahan tahun ini, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel mengungkapkan hasil investigasi tim yang telah berjalan selama enam bulan," kata KPK.

"Salah satunya menyebutkan bahwa zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel ialah asam sulfat (H2SO4), zat berkadar larut dan tidak pekat sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah Novel," imbuh keterangan tersebut.

KPK menambahkan, hingga kini Novel masih terus melakukan pengobatan untuk penyembuhan mata kiri baik di Jakarta maupun Singapura.

KPK pun menyayangkan kasus penyerangan Novel yang hingga saat ini tak kunjung terungkap. Di lain pihak, Novel yang menjadi korban justru terus menerus diserang dengan berbagai tuduhan dan informasi bohong.

Baca juga: Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Selesai, Ini Kata Para Tokoh

"Kepolisian masih terus mengusut kasus ini dan KPK berharap agar pelakunya segera terungkap," tulis KPK.

Sebelumnya, tudingan tersebut dilontarkan seorang warganet melalui sebuah video yang viral di jagat maya.

Dalam video itu, seorang perempuan mempertanyakan kebenaran kasus Novel karena matanya terlihat normal dan masih bisa melirik ke seorang wartawan yang menyapanya di rumah sakit dalam sebuah cuplikan tayangan berita yang ia lampirkan.

Baca juga: Mengapa Kasus Novel Baswedan Selalu Jadi Perhatian Publik?

Melalui keterangan tertulis yang disampaikan kuasa hukumnya Alghiffari Aqsa, Novel menjelaskan ihwal video yang diambil dalam kurun waktu April-Juni 2017.

Novel mengatakan, saat itu ia belum menjalani operasi OOKP.

"Saat itu belum dilakukan operasi OOKP pada mata kiri saya karena Prof Donald Tan sedang upayakan dengan stem cell dengan cara dipasang selaput membran plasenta pada kedua mata saya untuk menumbuhkan jaringan yang sudah mati," kata Novel, Selasa (5/11/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Disarankan Tak Dulu Maju Pilkada untuk Hindari Spekulasi Publik

Gibran Disarankan Tak Dulu Maju Pilkada untuk Hindari Spekulasi Publik

Nasional
Pengamat soal Konvensi PSI: Perlu Konsisten, Biar Peserta Tak Ditipu

Pengamat soal Konvensi PSI: Perlu Konsisten, Biar Peserta Tak Ditipu

Nasional
Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

Nasional
PKS Terus Upayakan Pembentukan Pansus Jiwasraya

PKS Terus Upayakan Pembentukan Pansus Jiwasraya

Nasional
Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor

Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor

Nasional
Ketua MPR Minta Penegak Hukum Pahami Kejahatan Korporasi

Ketua MPR Minta Penegak Hukum Pahami Kejahatan Korporasi

Nasional
PSI Ingin Jembatani Calon Kepala Daerah yang Tak Punya Uang

PSI Ingin Jembatani Calon Kepala Daerah yang Tak Punya Uang

Nasional
Bantah soal Dinasti Politik Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Bantah soal Dinasti Politik Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Nasional
Amien Rais Diminta Tak Intervensi Kongres PAN, Abdillah Toha: Bikin Ruwet

Amien Rais Diminta Tak Intervensi Kongres PAN, Abdillah Toha: Bikin Ruwet

Nasional
Senin Pekan Depan, Buruh Gelar Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di DPR

Senin Pekan Depan, Buruh Gelar Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di DPR

Nasional
Peran Pers Tionghoa dalam Pergerakan Kemerdekaan RI

Peran Pers Tionghoa dalam Pergerakan Kemerdekaan RI

Nasional
Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Dinilai Langgengkan Impunitas

Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Dinilai Langgengkan Impunitas

Nasional
Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Nasional
Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi PSI untuk Pilkada Tangsel, Bawa Skema Berantas Korupsi

Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi PSI untuk Pilkada Tangsel, Bawa Skema Berantas Korupsi

Nasional
Tragedi Semanggi, Ketua Komisi III Sebut DPR Tak Bisa Nyatakan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Tragedi Semanggi, Ketua Komisi III Sebut DPR Tak Bisa Nyatakan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X