Jusuf Kalla Gelar Perpisahan dengan Seluruh Staf Wapres

Kompas.com - 13/10/2019, 12:22 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara perpisahan dengan Setwapres KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMWakil Presiden Jusuf Kalla di acara perpisahan dengan Setwapres

DEPOK, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar perpisahan dengan seluruh staf Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Trans Studio Mall, Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

Dalam acara tersebut, hadir seluruh staf Setwapres yang terdiri dari PNS dan para staf ahli serta staf khusus.

Suasana haru melatari acara tersebut.

Acara yang bertajuk perpisahan tersebut diawali dengan menampilkan video perjalanan hidup dan karir Kalla, mulai dari mengenal sang istri, Mufidah Jusuf Kalla, hingga ia terpilih menjadi wakil presiden kedua kalinya.

Baca juga: Water Salute dan F-16 di Udara, Tanda Hormat TNI AU untuk Wapres Kalla

Selain itu, staf wakil presiden yang diwakili Kepala Setwapres Mohammad Oemar menyampaikan kesan-kesannya selama membantu Wapres Kalla bertugas.

Adapun para ajudan dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Grup B juga menyampaikan kesan dan memberikan Kalla kenang-kenangan.

Para ajudan memberikan Kalla sebuah foto yang menunjukkan Kalla dan Mufidah sedang berjalan bersama namun hanya terlihat dari belakang.

"Terima kasih kami bisa belajar kepemimpinan dari Pak JK. Foto ini menunjukkan kami (selaku ajudan) hanya bisa melihat Pak JK dan Ibu dari belakang," ujar salah satu ajudan Kalla.

Baca juga: Warga Kendari Bangga Putra Daerahnya Jadi Ajudan Wapres JK

Sementara itu, Paspampres Grup B memberikan Kalla kenang-kenangan berupak lukisan yang berisi seluruh anggota mereka.

"Ini biar Bapak ingat mana yang sering bapak omelin," kata Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak yang hadir dalam acara perpisahan.

Kalla pun merasa terharu dengan seluruh persembahan tersebut yang diberikan kepadanya di acara perpisahan.

"Saya berterimakasih atas acara ini yang memberikan suasana haru dan mengingatkan kita semua pada saat kita bekerja sama-sama dengan baik," ucap Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'City Manager' Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

"City Manager" Ibu Kota Baru Dipilih Tanpa Pemilu

Nasional
Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Bupati Puncak: Idealnya Ada 6 Provinsi di Papua

Nasional
Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Soal Kemungkinan Dukung Gibran dan Bobby, Gerindra: Tergantung Survei

Nasional
Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Survei Median Sebut Gibran Tak Populer di Pilkada Solo, Ini Respons Puan

Nasional
Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Muhammadiyah: Majelis Taklim Tak Perlu Jadi Sasaran Hadapi Radikalisme

Nasional
Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Survei Median: Pemilih PDI-P di Solo Terbelah, Elektabilitas Gibran di Bawah Petahana

Nasional
Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Jaksa Telusuri Penukaran Uang Rp 3,5 Miliar ke Dollar Singapura untuk Eks Dirut PTPN III

Nasional
Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Survei Median: Mayoritas Responden Anggap Pencalonan Gibran Bukan Politik Dinasti

Nasional
Ketua DPR: Omnibus Law Bukan 'Legacy' Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Ketua DPR: Omnibus Law Bukan "Legacy" Presiden, tetapi Seluruh Bangsa

Nasional
Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Saksi Akui Antar 345.000 Dollar Singapura ke Eks Dirut PTPN III

Nasional
Soal Amendemen UUD 1945, Muhammadiyah Usul Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Soal Amendemen UUD 1945, Muhammadiyah Usul Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Nasional
Ketum PP Muhammadiyah Dukung Amendemen UUD 1945 Terbatas soal GBHN

Ketum PP Muhammadiyah Dukung Amendemen UUD 1945 Terbatas soal GBHN

Nasional
Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada, Johan Budi: Sudah Cacat Moral, Harusnya Dilarang

Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada, Johan Budi: Sudah Cacat Moral, Harusnya Dilarang

Nasional
Ketua DPR: PPATK Harusnya Tak Ungkap Rekening Kasino Kepala Daerah ke Publik

Ketua DPR: PPATK Harusnya Tak Ungkap Rekening Kasino Kepala Daerah ke Publik

Nasional
Hanura Sebut Wiranto Tak Komunikasi soal Jabatan Wantimpres

Hanura Sebut Wiranto Tak Komunikasi soal Jabatan Wantimpres

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X