Prabowo Usulkan Dua Poin Amendemen UUD 1945, Apa Saja?

Kompas.com - 11/10/2019, 23:31 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan seusai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua MPR Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan seusai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan dua poin masukan terkait rencana amendemen UUD 1945 untuk menghidupkan kembali haluan negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan sembilan Pimpinan MPR di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

"Yang tadi menjadi concern Pak Prabowo itu dua hal," ujar Jazilul seusai pertemuan.

Poin pertama yang disampaikan, yakni soal integrasi bangsa.

Baca juga: Prabowo Setuju Haluan Negara Dibangkitkan Lewat Amendemen UUD 1945

Hal ini menjadi sorotan lantaran polemik referendum atau hak untuk menentukan nasib sendiri yang terjadi di Papua belakangan ini.

"Dengan munculnya kasus-kasus soal Papua, sehingga ini harus diantisipasi betul," kata Jazilul.

Kedua, terkait upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Menurut Jazilul, Prabowo menyampaikan cara untuk membuat persentase pertumbuhan ekonomi indonesia mencapai dua digit.

"Beliau memberikan contoh salah satunya adalah penguatan di sektor pemanfaatan tanah dan lahan-lahan pertanian," kata Jazilul.

Baca juga: Pimpinan MPR Akan Bahas Rencana Amendemen UUD Saat Bertemu Prabowo

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo memastikan rencana amendemen UUD 1945 akan dilakukan secara terbatas terkait haluan negara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AHY: Kami Tak Berupaya Cari Sensasi, Itu Bukan Karakter dan DNA Kami

AHY: Kami Tak Berupaya Cari Sensasi, Itu Bukan Karakter dan DNA Kami

Nasional
Ketua Satgas: Keberhasilan PPKM Mikro Sudah Banyak, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Ketua Satgas: Keberhasilan PPKM Mikro Sudah Banyak, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Nasional
UPDATE 8 Maret: 6.894 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

UPDATE 8 Maret: 6.894 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 8 Maret: Ada 145.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Maret: Ada 145.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Maret: Total 11.198.738 Spesimen Covid-19 yang Diperiksa

UPDATE 8 Maret: Total 11.198.738 Spesimen Covid-19 yang Diperiksa

Nasional
UPDATE 8 Maret: Ada 64.914 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 8 Maret: Ada 64.914 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Menkes: Tambah 4 Kasus Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7

Menkes: Tambah 4 Kasus Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7

Nasional
Menengok Kesiapan Swasta Tangani Karhutla 2021

Menengok Kesiapan Swasta Tangani Karhutla 2021

BrandzView
Berlaku Mulai Besok, Perpanjangan PPKM Diharapkan Tekan Laju Penularan Covid-19

Berlaku Mulai Besok, Perpanjangan PPKM Diharapkan Tekan Laju Penularan Covid-19

Nasional
UPDATE 8 Maret: Bertambah 8.725, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.203.381 Orang

UPDATE 8 Maret: Bertambah 8.725, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.203.381 Orang

Nasional
UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah 281 dalam Sehari, Total 37.547

UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah 281 dalam Sehari, Total 37.547

Nasional
Saksi Ungkap Aliran 'Fee' dari Vendor Bansos Covid-19 ke Okum di BPK

Saksi Ungkap Aliran "Fee" dari Vendor Bansos Covid-19 ke Okum di BPK

Nasional
Pegang SK Kemenkumham, KPU: Sampai Saat Ini Demokrat Masih Dipimpin AHY

Pegang SK Kemenkumham, KPU: Sampai Saat Ini Demokrat Masih Dipimpin AHY

Nasional
UPDATE: Tambah 6.894, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.386.556 Orang

UPDATE: Tambah 6.894, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.386.556 Orang

Nasional
Usai Datangi Kemenkumham, AHY Bersama Rombongan Temui Mahfud MD

Usai Datangi Kemenkumham, AHY Bersama Rombongan Temui Mahfud MD

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X