Prabowo Setuju Haluan Negara Dibangkitkan Lewat Amendemen UUD 1945

Kompas.com - 11/10/2019, 23:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan seusai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua MPR Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan seusai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menuturkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto setuju dengan rencana amendemen UUD 1945 untuk menghidupkan kembali haluan negara.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat bertemu dengan sembilan Pimpinan MPR di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

"Pak Prabowo setuju dengan amendemen. Tentu Pak Prabowo menyerahkan teknisnya kepada teman-teman untuk dibahas," ujar Jazilul saat ditemui seusai pertemuan.

Baca juga: Setelah ke Megawati Minta Pendapat soal Amendemen, Hari ini Giliran Prabowo yang Ditemui Pimpinan MPR


Dalam pertemuan itu, kata Jazilul, Prabowo memberikan dua poin masukan terkait haluan negara.

Pertama, soal integrasi bangsa. Jazilul mencontohkan polemik referendum atau hak untuk menentukan nasib sendiri yang terjadi di Papua belakangan ini.

Kedua, terkait upaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Prabowo menyampaikan cara untuk membuat persentase pertumbuhan ekonomi indonesia mencapai dua digit.

"Beliau memberikan contoh salah satunya adalah penguatan di sektor pemanfaatan tanah dan lahan-lahan pertanian," kata Jazilul.

Baca juga: Pimpinan MPR Akan Bahas Rencana Amendemen UUD Saat Bertemu Prabowo

Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memastikan rencana amendemen UUD 1945 akan dilakukan secara terbatas terkait haluan negara.

Menurut Bambang, haluan negara itu akan menjadi semacam pedoman pembangunan nasional dari sisi ekonomi selama 50 hingga 100 tahun ke depan.

"Terbatas maksudnya adalah lebih kepada perjalanan bangsa kita ke depan dari sisi ekonomi. Bagaimana kita bisa menciptakan ke depan ini suatu hal yang semacam cetak biru atau blue print Indonesia 50-100 tahun ke depan yang semua mengacu pada satu buku induk," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, dalam menjalankan suatu pemerintahan, visi misi seorang pemimpin seharusnya mengacu pada peta jalan atau road map pembangunan nasional.

Dengan demikian, pembangunan nasional dapat berjalan secara berkesinambungan meski presidennya berganti.

Baca juga: Temui Megawati, Pimpinan MPR Minta Masukan soal Amendemen UUD 1945

Tidak hanya kepala negara, haluan negara yang ditetapkan oleh MPR juga harus dijalankan oleh kepala daerah.

"Seharusnya visi misi pemimpin dari mulai presiden, bupati, wali kota dan seterusnya itu harus mengacu kepada peta jalan Indonesia yang sudah kita (MPR) gariskan ke depan," kata politisi dari Partai Golkar itu.

"Sehingga manakala ada pergantian kepala negara itu blue-printnya sama, sehingga tidak memulai lagi dari bawah. Dengan demikian diharapkan pembangunan ekonomi kita bisa cepat," lanjut dia. 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X