Terdakwa Kerusuhan 21–22 Mei Dengarkan Putusan Hakim

Kompas.com - 03/09/2019, 16:47 WIB
Sejumlah massa Aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDISejumlah massa Aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan membacakan putusan Sifaul Huda, terdakwa kerusuhan 21-22 Mei pada Selasa (3/9/2019). Inilah pembacaan vonis pertama terhadap terdakwa kerusuhan 21-22 Mei.

Sebelumnya, ada beberapa terdakwa kasus kerusuhan 21-22 Mei yang menjalani sidang-sidang yang berbeda.  

“Iya sekarang, kalau dijadwalnya sekitar sore tapi sampai sekarang saya tanya jaksa belum dijawab terkait terdakwa sudah dibawa ke pengadilan atau belum,” ujar Muhajir, salah satu tim kuasa hukum terdakwa 21-22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa.

Sifaul Huda sebelumnya dintuntut jaksa penuntut umum dengan pasa 218 KUHP dengan pidana hukuman empat bulan 14 hari di penjara.


Baca juga: Terdakwa Kerusuhan 21–22 Mei Akui Gunakan Uang 2.760 Dollar AS untuk Belanja dan Bayar Hotel

Sifaul dianggap memenuhi unsur melawan kuasa umum lantaran tak mau membubarkan diri meski pihak kepolisian sudah memperingatkan sebanyak tiga kali.

Ia juga ditangkap di antara kerumunan perusuh di depan Bawaslu pada tanggal 22 Mei 2019.

Namun, Sifaul Huda dan kuasa hukumnya meminta supaya hakim meringankan bahkan membebaskan dari segala dakwaan dan menolak tuntutan jaksa.

Kuasa Hukum Sifaul, Adi Lubis menilai saksi yang dihadirkan jaksa rata-rata tidak bisa membuktikan jika Sifaul berada di lokasi bahkan ikut jadi perusuh.

“Meelihat keterangan saksi yang dihadirkan jaksa rata-rata tidak melihat secara langsung terdakwa di lokasi untuk merusuh,” tutur dia.

Baca juga: Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Akui Bawa Katapel untuk Membela Diri

Adapun sebelumnya, Syifaul mengaku sebagai tim medis saat dirinya hendak diamankan polisi saat kerusuhan itu.

Namun, pernyataan Syifaul yang berasal dari Madura ini berbeda ketika ditanyakan penyidik yang kedua kali, ia mengatakan, dirinya hendak ingin membelikan adiknya baju di Jakarta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X