PAN Minta Gerindra Ungkap Penumpang Gelap di Pilpres 2019

Kompas.com - 12/08/2019, 12:25 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi hormat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat hadir pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP yang berlangsung 8-11 Agustus 2019 tersebut dihadiri sekitar 2.170 peserta dari 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), para pengamat dan sejumlah pimpinan partai politik. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama. ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi hormat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat hadir pada pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP yang berlangsung 8-11 Agustus 2019 tersebut dihadiri sekitar 2.170 peserta dari 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), para pengamat dan sejumlah pimpinan partai politik. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengimbau partai Gerindra mengungkapkan siapa para penumpang gelap pada Pilpres 2019 yang menyudutkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Gerindra diminta untuk membuka seluas-luasnya tentang keberadaan orang-orang tersebut (penumpang gelap)," kata Saleh saat dihubungi, Senin (12/8/2019).

"Perlu diungkap siapa saja mereka, apa motifnya, siapa di belakangnya, dan bagaimana relasinya dengan Prabowo selama kampanye kemarin. Ini tidak boleh berhenti sampai pada isu saja," lanjutnya.

Baca juga: Gerindra: Ada Penumpang Gelap yang Gigit Jari karena Langkah Prabowo


Saleh mengatakan, isu penumpang gelap yang disampaikan Waketum Gerindra Sufmi Dasco tak bisa dianggap remeh. Sebab, para penumpang gelap itu ingin membuat kekacauan di Indonesia.

Menurut Saleh, Gerindra harus memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pihak yang disebut penumpang gelap tersebut, agar masyarakat tidak terganggu.

"Kalau tak diungkap, kasihan orang-orang yang merasa tertuduh. Dikhawatirkan juga akan ada sikap saling curiga," ujarnya.

Baca juga: Jika Konsep Tak Diterima Jokowi, Gerindra Siap di Luar Pemerintah

Saleh mengatakan, apabila Gerindra tidak mengungkapkan siapa para penumpang gelap itu, maka akan menimbulkan kegelisahan baru.

Padahal, kata Saleh, saat ini masyarakat sudah tenang usai penetapan pemenang Pilpres.

"Padahal, masyarakat kita saat ini sudah sangat tenang. Tidak ada riak-riak pasca penetapan pemenang pilpres," pungkasnya.

Baca juga: Jika Konsepnya Diterima Jokowi, Gerindra Siapkan Nama Calon Menteri

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad berkisah soal ada penumpang gelap pada Pilpres 2019 yang kerap menyudutkan Prabowo dan Gerindra.

Prabowo kesal karena ulah para penumpang gelap itu. Mantan Danjen Kopassus itu, kata Dasco, ingin membuat para penumpang gelap tersebut gigit jari.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X