Kompas.com - 19/07/2019, 21:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi disanjung di depan Presiden Joko Widodo.   Momen itu terjadi di sela-sela gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenMenteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi disanjung di depan Presiden Joko Widodo. Momen itu terjadi di sela-sela gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Jumat (19/7/2019) sore, menggelar rapat terbatas membahas persiapan menerima kunjungan Pangeran Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia.

Pangeran Mohamed sendiri dijadwalkan mengunjungi Indonesia pekan terakhir bulan Juli 2019.

"Jadi hari ini, Presiden serta para menteri berbicara untuk persiapan rencana kunjungan Crown Prince (Putra Mahkota) Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Kabar Gembira! BTS Umumkan Gelar Konser di Arab Saudi

Dalam rapat itu, Presiden mengevaluasi satu per satu rencana kerja sama yang akan dibahas bersama Pangeran Mohamed. Namun Retno belum dapat membeberkan kerja sama seperti apa yang dimaksud.

Retno mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat, Pangeran Mohamed akan datang ke Indonesia bersama rombongan besar. Sejumlah menteri Saudi akan diboyong ke Indonesia demi membicarakan kerja sama kedua negara.

"Rencananya, kunjungan akan dilakukan minggu depan dengan delegasi yang cukup banyak, diikuti menteri yang cukup banyak," tambah Retno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Arahan Jokowi bagi Hubungan Bilateral Indonesia-Arab Saudi

Selain itu, Pangeran Mohamed juga akan memboyong sejumlah pengusaha negaranya ke Indonesia.

Meski demikian, Retno belum dapat memastikan kapan tepatnya Pangeran Mohamed berkunjung ke Indonesia. Ia juga belum dapat memberitahu di mana pertemuan tersebut dilaksanakan, apakah di Istana Presiden Jakarta atau Istana Presiden Bogor.

 

Kompas TV Di tengah tekanan global daya saing sejumlah negara Asia masih bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju Arab Saudi dan Indonesia mencatatkan pertumbuhan terbesar. Indonesia berada di peringkat ke 32 dalam IMD World Competitiveness peringkat daya saing Indonesia ini naik 11 peringkat dari tahun sebelumnyapertumbuhan terbesar ke-2 setelah Arab Saudi yang naik 13 peringkat menuju ke peringkat 26.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas 'Hacker' Brasil

Saat Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas 'Hacker' Brasil

Nasional
5 Fakta Tabrakan LRT di Cibubur, Diduga Human Error hingga Dirut INKA Minta Maaf

5 Fakta Tabrakan LRT di Cibubur, Diduga Human Error hingga Dirut INKA Minta Maaf

Nasional
Mensesneg Era SBY, Sudi Silalahi, Tutup Usia

Mensesneg Era SBY, Sudi Silalahi, Tutup Usia

Nasional
Menlu: Pandemi Belum Berakhir, Kasus Covid-19 Global Kembali Naik

Menlu: Pandemi Belum Berakhir, Kasus Covid-19 Global Kembali Naik

Nasional
Personel ILO TNI Terima Tanda Kehormatan dari Filipina

Personel ILO TNI Terima Tanda Kehormatan dari Filipina

Nasional
[POPULER NASIONAL] Eks Jubir Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk Kuwait | Eks Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk AS

[POPULER NASIONAL] Eks Jubir Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk Kuwait | Eks Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk AS

Nasional
Semangat Persatuan, Senjata Tercanggih untuk Pertahanan Negara

Semangat Persatuan, Senjata Tercanggih untuk Pertahanan Negara

Nasional
Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Penggunaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang 'Scanning'

Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Penggunaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang "Scanning"

Nasional
Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Nasional
Soal Kemenag 'Hadiah' untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Soal Kemenag "Hadiah" untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Nasional
Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol 'RFS'

Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol "RFS"

Nasional
Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Nasional
Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan 'Human Error'

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan "Human Error"

Nasional
Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.