Tak Konsentrasi hingga Selip Lidah, Ketua MK Mengaku Lapar

Kompas.com - 15/07/2019, 16:34 WIB
Ketua Mahkamah Konsititusi (MK) Anwar Usman (tengah) didampingi dua hakim konstitusi Enny Nurbaningsih (kiri) dan Arief Hidayat (kanan) memimpin sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 di gedung MK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan pendahuluan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum DPR-DPRD Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota jakarta (DKI Jakarta) Tahun 2019.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama. ANTARA FOTO/RENOKetua Mahkamah Konsititusi (MK) Anwar Usman (tengah) didampingi dua hakim konstitusi Enny Nurbaningsih (kiri) dan Arief Hidayat (kanan) memimpin sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 di gedung MK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan pendahuluan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum DPR-DPRD Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota jakarta (DKI Jakarta) Tahun 2019. ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman sempat mengaku lapar di tengah persidangan perselisihan hasil pemilu legislatif, Senin (15/7/2019).

Peristiwa itu bermula ketika Anwar hendak mengesahkan alat bukti atas perkara yang diajukan Partai Hanura untuk DPRD Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Saat itu, salah satu Kuasa Hukum Partai Demokrat, Utomo Karim, menginterupsi Anwar. Utomo menyampaikan daftar alat bukti yang dibawa partainya dalam persidangan.

Baca juga: Saat Ketua MK Selip Lidah, Gerindra Jadi Gerindo

"Izin Yang Mulia, untuk bukti terkait Demokrat kalau dari Dapil 4 Provinsi Jatim kami menyampaikan PT 1 sampai PT 81," kata Utomo.

"Yang mana ini? Nomor berapa?" Tanya Anwar.

"Yang nomor 221414," Utomo menjawab.

Setelah dicek, ternyata, daftar alat bukti yang dibacakan Utomo merujuk pada perkara yang belum dibacakan di persidangan.

"Waduh, kan (perkaranya) belum dibacakan. Waduh.. tadi itu maksudnya dari termohon menanggapi ini, kode, aduh terlalu semangat," kata Anwar.

Baca juga: Hakim MK Sebut Alat Bukti yang Dibawa KPU dalam Persidangan Kacau

Mendengar jawaban Anwar, Utomo meminta maaf. Ia mengaku sudah lapar sehingga tidak fokus.

Saat itulah, Anwar juga mengakui dirinya lapar.

"Sudah siang, ngantuk, sudah lapar," kata Utomo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X