Saat Ketua MK Selip Lidah, Gerindra Jadi "Gerindo"

Kompas.com - 15/07/2019, 16:06 WIB
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) menskors sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Sidang tersebut beragendakan pembacaan putusan oleh majelis hakim MK. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/wsj. Hafidz Mubarak AKetua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) menskors sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Sidang tersebut beragendakan pembacaan putusan oleh majelis hakim MK. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Konstitusi ( MK) Anwar Usman selip lidah saat hendak menyebutkan "Gerindra".

Lantas, apa yang jadinya ia sebut?

Momen yang mengundang gelak tawa itu terjadi ketika Anwar memimpin sidang sengketa hasil pemilihan anggota legislatif di Ruang Sidang 1, Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019) siang.

Semula, Anwar hendak mengesahkan alat bukti persidangan untuk sengketa suara pada DPR RI Dapil Jawa Timur 1.

Ia kemudian mengatakan, "selanjutnya, Gerindra Jatim 1 bukti T001, Jatim 1 gerindo..."

Anwar menghentikan kalimatnya sesaat. Tersadar salah menyebutkan "Gerindra" menjadi "gerindo", ia kemudian meralat kalimat yang baru saja ia katakan, "Gerindra 157..." sembari tersenyum. 

"Sampai salah sebut, saking laparnya," kata Anwar dengan sunggingan senyum yang semakin melebar. 

Peristiwa tersebut pun sontak membuat suasana ruang sidang yang sebelumnya hening menjadi riuh karena gelak tawa peserta sidang.

Sidang kemudian dilanjutkan. Suasana kembali serius.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X