KILAS

Kemhan Raih Penganugerahan Tertinggi Predikat Survei Kepatuhan dari Ombudsman

Kompas.com - 13/06/2019, 10:25 WIB
Kementerian Pertahanan (Kemhan) diwakili Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima Penganugerahan Tertinggi Predikat Survei Kepatuhan 2018 dari Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik Ombudsman RI, di Kantor Kemhan, Jakarta (25/5/2019).Dok. Humas Kementerian Pertahanan RI Kementerian Pertahanan (Kemhan) diwakili Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima Penganugerahan Tertinggi Predikat Survei Kepatuhan 2018 dari Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik Ombudsman RI, di Kantor Kemhan, Jakarta (25/5/2019).

KOMPAS.com
 - Kementerian Pertahanan ( Kemhan) meraih Penganugerahan Tertinggi Predikat Survei Kepatuhan 2018 dari Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik Ombudsman RI.
 
Hal itu diperoleh Kemhan karena Ombudsman menilai standar pelayanan kementerian tersebut sudah mencapai 100 persen atau masuk zona hijau.
 
Tak hanya itu, Kemhan termasuk salah satu dari 5 kementerian yang masuk dalam zona hijau dengan predikat kepatuhan tinggi.
 
“Saya bersyukur, mudah – mudahan kami bisa mempertahankannya lagi meskipun akan lebih berat," tutur Menteri Pertahanan ( Menhan) Ryamizard Ryacudu.
 
Meskipun begitu, lanjut Menhan, dengan profesionalisme dan disiplin sesuai aturan yang berlaku dari level bawahan sampai pimpinan, mempertahankan capaian tersebut bukanlah sesuatu yang sulit terjadi.
 
 
Menhan sendiri mengatakan hal tersebut ketika menerima tim Ombudsman Republik Indonesia (RI) yang dipimpin oleh Ninik Rahayu, bersama Adrianus Eliasta Meliala, Kamis (23/5/2019) di Kantor Kemhan, Jakarta.
 
Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (12/6/2019) dijelaskan, kunjungan tim Ombudsman kali ini dimaksudkan untuk menjalin komunikasi dan hubungan kerja sama yang lebih dekat dengan Kemhan.
 
Hal ini karena terkait dengan peningkatan mutu pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kemhan, terutama pelayanan publik di bidang pertahanan.
 
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima Tim Ombudsman Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ninik Rahayu bersama Adrianus Eliasta Meliala, Kamis (23/5/2019) di Kantor Kemhan, Jakarta.Dok. Humas Kementerian Pertahanan RI Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima Tim Ombudsman Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ninik Rahayu bersama Adrianus Eliasta Meliala, Kamis (23/5/2019) di Kantor Kemhan, Jakarta.
"Kami ingin menyampaikan tugas pokok dan fungsi Ombudsman sebagai lembaga yang diberi tugas pengawasan pelayanan publik. Lebih mendekat lagi bagaimana pelayanan publik di sektor pertahanan dan keamanan. Karena bagaimanapun ini bagian tupoksi, yang ingin bersama-sama kami lakukan," jelas Adrianus.
 
 
Lebih lanjut Ninik Rahayu, anggota Ombudsman RI yang membidangi pertahanan dan keamanan ini menyampaikan, hubungan kerja sama antara Ombusman dan Kemhan selama ini sudah sangat baik. 
 
Hal itu ditandai dengan tercapainya standar pelayanan Kemhan yang sudah mencapai 100 persen atau masuk zona hijau.
 
Namun menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dilihat dan menjadi perhatian untuk diperbaiki bersama, karena bagaimanapaun ada yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat. 
 
“Salah satu yang kami konsen diantaranya unit pengaduan di masing masing matra. Apakah itu sudah terfasilitasi? Karena tidak hanya berhenti di standart pelayanan, tetapi bagaimana standart pelayanan dilaksanakan”, jelasnya.
 
Sebagai informasi, dalam menerima tim Ombudsman RI, Menhan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemhan Laksdya TNI Agus Setiadji, Inspektur Jenderal Kemhan Laksdya TNI Didit Herdiawan dan beberapa Eselon II di lingkungan Kemhan. 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X