KPU: KPPS Meninggal Bukan Hanya di Pemilu 2019

Kompas.com - 29/05/2019, 22:06 WIB
Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Viryan Azis menyebut, meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) tidak hanya terjadi pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Pada pemilu-pemilu sebelumnya, juga ditemui kejadian serupa.

"Kalau pemilu-pemilu sebelumnya coba, dari Pemilu 2004 yang kami ikuti ya, itu selalu ada yang meninggal, yang sakit, selalu ada," kata Viryan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Menurut Viryan, kasus meninggalnya petugas KPPS pada pemilu tahun ini lebih menjadi sorotan lantaran KPU lebih responsif dan terbuka.

Baca juga: Pengakuan Petugas KPPS: Tes Kesehatan Hanya Formalitas

Ditambah lagi, pemilu kali ini dilakukan secara serentak. Sehingga, setelah pemungutan suara selesai, KPU langsung melakukan pendataan terhadap petugas yang meninggal atau sakit.

Berbeda dengan pemilu sebelumnya, pendataan KPPS yang meninggal atau sakit tidak menjadi sorotan lantaran setelah pemilu legislatif KPU lanjut mempersiapkan pemilu presiden.

"Pemilu-pemilu sebelumnya kan tidak ada pendataan yang sedetail, sekarang itu sebagai bentuk KPU RI sadar dan bertanggung jawab terhadap jajaran ini," ujar Viryan.

"Kalau yang sebelumnya kenapa tidak begitu detail mendata karena langsung lanjut persiapan untuk pilpres," sambungnya.

Baca juga: Moeldoko Sebut Isu Kematian Petugas KPPS Diracun Menyesatkan

Jumlah penyelenggara pemilu ad hoc meninggal dunia bertambah menjadi 469 orang. Selain itu, sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan sakit.

Angka ini mengacu pada data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jumat (10/5/2019).

"Yang meninggal dunia 469, yang sakit 4602. Total 5071," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Penyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X