Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/05/2019, 07:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama nonaktif PT PLN (Persero) Sofyan Basir telah memenuhi pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/5/2019).

Sofyan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. Saat itu Sofyan diperiksa sekitar tujuh jam sejak pukul 10.00 WIB.

Seusai diperiksa, Sofyan bersama pengacaranya, Soesilo Aribowo memaparkan sejumlah hal terkait materi pemeriksaan atau perkara yang menjerat Sofyan.

1. Hormati proses hukum

Terkait statusnya sebagai tersangka, Sofyan menghormati proses hukum yang berjalan.

"Ya memang proses hukum, kita harus hormati, kita harus jalankan dengan baik. KPK profesional. Ikuti saja," kata Sofyan usai diperiksa.

Baca juga: Sofyan Basir Penuhi Panggilan Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka Kasus PLTU Riau-1

Sofyan enggan mengungkap secara rinci materi pemeriksaannya hari itu dan mengalihkannya ke Soesilo selaku penasihat hukum.

Ia hanya ingin mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa bagi umat Islam.

"Selamat hari perayaan Ramadhan, masyarakat aman listriknya, karyawan-karyawati PLN aman. Ya semua berjalan dengan baik. Ini bulan suci Ramadhan baru saja selesai pemeriksaan, silakan Pak Soesilo yang menjelaskan (soal materi pemeriksaan)," katanya.

2. Dicecar sekitar 15 pertanyaan

Soesilo Aribowo selaku penasihat hukum menjelaskan, penyidik mengajukan sekitar 15 pertanyaan ke Sofyan.

Pengacara Dirut nonaktif PT PLN Sofyan Basir, Soesilo Aribowo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/5/2019)DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Pengacara Dirut nonaktif PT PLN Sofyan Basir, Soesilo Aribowo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/5/2019)

"Standar saja, masih (soal) identitas, kemudian tupoksi (tugas pokok dan fungsi) sebagai Dirut. Kemudian mengenai penandatanganan kontrak yang kemarin jadi sedikit masalah di Riau 1. Yang lain-lain belum ada. Belum ke materi (perkara)," kata Soesilo seusai mendampingi Sofyan, Senin sore.

Baca juga: 7 Jam Diperiksa KPK, Sofyan Basir Dicecar 15 Pertanyaan

Soesilo menegaskan, kliennya akan kooperatif jika dipanggil lagi oleh penyidik KPK.

"Pada prinsipnya kita kooperatif, kalau misalkan KPK menghendaki pemeriksaan, kapan saja kita akan siap untuk menghadirkan Pak Sofyan," ujar dia.

3. Belum ditahan

Seusai pemeriksaan perdana, KPK belum menahan Sofyan Basir.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, keputusan soal penahanan Sofyan tergantung pada kewenangan penyidik.

"Penahanan menjadi kewenangan penyidik sepenuhnya, mengacu pada pertimbangan objektif dan subjektif penyidik," kata Yuyuk dalam keterangan tertulis, Senin.

Baca juga: KPK Belum Tahan Sofyan Basir Usai Diperiksa Perdana sebagai Tersangka

Sementara itu, Soesilo Aribowo berharap kliennya tak ditahan pada bulan Ramadhan.

"Harapan saya ya, mudah-mudahan, kan ini bulan puasa, saya berharap jangan (ditahan) dulu lah. Jangan dulu lah. Kan kita juga belum tahu proses ke depannya," kata Soesilo.

4. KPK telusuri pertemuan dan pengadaan proyek

Yuyuk menjelaskan, penyidik menelusuri sejumlah pertemuan yang dihadiri oleh Sofyan bersama pihak lainnya terkait PLTU Riau 1.

"Dan juga terkait peran yang bersangkutan mengenai pengadaan di PLTU Riau," kata Yuyuk.

Di sisi lain, Soesilo menyatakan kliennya selama ini merasa tak mengetahui pembahasan soal janji fee seperti yang disangkakan KPK.

Baca juga: Pengacara Berharap Sofyan Basir Tak Ditahan KPK di Bulan Ramadhan

"Pak Sofyan Basir selama ini merasa tidak tahu soal uang fee, soal apapun itu, tetapi dari keterangan-keterangan di pengadilan pun saya tidak melihat itu. Saya masih mencoba mengonfirmasi alat bukti apa yang dipakai (KPK)," kata dia.

Adapun terkait pertemuan-pertemuan soal PLTU Riau 1, kata Soesilo, Sofyan sebagai Dirut PT PLN, tak bisa menghindari pertemuan-pertemuan dengan mitra kerjanya.

Termasuk pertemuannya dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan pihak terkait lainnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus PLTU Riau-1, Sofyan Basir Hormati Proses Hukum

"Pak Setya Novanto kan saat itu Ketua DPR, Bu Eni anggota DPR, PLN juga mitra kerjanya dengan DPR, kemudian sekadar berkomunikasi," kata Soesilo.

"Pertemuan-pertemuan itu memang ada, tidak bisa kita hindari, pertemuan 9-10 kali ada, tapi kan kami mesti tahu substansi pertemuan itu apa? Tidak ada yang berkaitan dengan pembahasan fee. Tetap Pak Sofyan bicara PLN, tidak bicara mengenai fee," sambungnya.

Kompas TV Direktur Utama non-aktif PLN, Sofyan Basir, diperiksa selama tujuh jam oleh KPK terkait kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Sofyan ditanyai sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik seputar tugas dan fungsi sebagai petinggi PT PLN. Pemeriksaan terhadap Sofyan Basir merupakan yang pertama kali sejak ia berstatus tersangka. #SofyanBasir #PLTURiau1 #TersangkaKorupsi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.