Wapres Kalla: Tak Perlu Khawatir, Pemilu 2019 Pasti Aman

Kompas.com - 28/02/2019, 13:17 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Pengarah Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games 2018 (Inasgoc).

Kompas/Priyombodo (PRI)
31-03-2017 PRIYOMBODOWakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Pengarah Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games 2018 (Inasgoc). Kompas/Priyombodo (PRI) 31-03-2017

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan Pilpres 2019 akan berlangsung aman.

Hal itu ia sampaikan kepada para pengusaha pada acara CNBC Indonesia Economic Outlook di The Westin, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

"Endak ada suatu hal yang membawa kita perlu khawatir tentang pemilu. Banyak yang berpikir pokoknya 1 minggu sebelum 17 April kita ramai-ramai ke Singapura supaya jangan kena dampaknya," ujar Kalla.

"Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa. Karena berdasarkan pengalaman selama empat pemilu terakhir dan juga sebelumnya. Tidak ada (masalah). Karena Indonesia itu bagaimanapun, apa lagi sekarang, tidak jelas siapa lawan siapa kan," lanjut dia.

Baca juga: Kalla: Kalau Pak Jokowi Menang Tak Usah Khawatir, kalau yang Sebelah Saya Tidak Tahu

Kalla menambahkan, setiap pemilu setelah reformasi, partai politik tidak bertarung secara ideologis.

Sehingga, kata Kalla, tak semua partai setia mengusung capres tertentu selama dua kali pilpres. Ia pun mencontohkan Golkar selaku partai yang pernah ia pimpin.

"Partai itu besok dia sama-sama Pak Prabowo. Kaya Golkar lah. Partai saya. Empat tahun, lima tahun lalu lawan (Jokowi), sama-sama Prabowo lawan Pak Jokowi. Sekarang ada di pihak Jokowi lawan Prabowo. Itu contohnya. Dan partai itu banyak yang seperti itu," sambung Kalla.

Baca juga: Cerita Wapres Kalla Tentang Presiden Jokowi yang Gemar Rapat

Karena itu, ia memastikan Pemilu 2019 akan berlangsung aman karena tak ada benturan ideologis di antara partai peserta pemilu.

"Jadi ini kepentingannya tidak ada. Kepentingan hanya bagaimana mendapat porsi lebih baik. Tapi sekali lagi, Insya Allah tidak akan ada krisis keamanan seperti yang terjadi di negara tetangga. Di Malaysia juga ributnya kaya apa pemilu," papar Kalla.

"Kita ributnya hanya seperti yang saya katakan tadi. Di medsos banyaknya," lanjut dia.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPJS Kesehatan Gelar Lomba Vlog Edukasi Protokol Kesehatan untuk FKTP

BPJS Kesehatan Gelar Lomba Vlog Edukasi Protokol Kesehatan untuk FKTP

Nasional
Istana Bantah Pemerintah Bayar Artis untuk Promosikan RUU Cipta Kerja

Istana Bantah Pemerintah Bayar Artis untuk Promosikan RUU Cipta Kerja

Nasional
Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka di 2 Kasus

Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka di 2 Kasus

Nasional
Formappi Dorong Tes Covid-19 Bagi Penyelenggara Pilkada 2020

Formappi Dorong Tes Covid-19 Bagi Penyelenggara Pilkada 2020

Nasional
Jelang HUT ke-75, Wapres: Kita Harus Semangat Hadapi Covid-19

Jelang HUT ke-75, Wapres: Kita Harus Semangat Hadapi Covid-19

Nasional
PKPU Pilkada 2020 Dinilai Belum Tuntas Atur Potensi Penyimpangan Protokol Kesehatan

PKPU Pilkada 2020 Dinilai Belum Tuntas Atur Potensi Penyimpangan Protokol Kesehatan

Nasional
Sudah Tersangka, Pinangki Sirna Malasari Masih Berstatus Jaksa

Sudah Tersangka, Pinangki Sirna Malasari Masih Berstatus Jaksa

Nasional
Sebaran 2.307 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Sebaran 2.307 Kasus Baru Covid-19, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Jelang HUT Ke-75 RI, Wapres Minta Lebih Banyak Bersyukur akan Kemerdekaan

Jelang HUT Ke-75 RI, Wapres Minta Lebih Banyak Bersyukur akan Kemerdekaan

Nasional
Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen pada 2021

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen pada 2021

Nasional
Massa Unjuk Rasa Buruh Berhasil Audiensi dengan Perwakilan Kemenaker Minta RUU Cipta Kerja Dihentikan

Massa Unjuk Rasa Buruh Berhasil Audiensi dengan Perwakilan Kemenaker Minta RUU Cipta Kerja Dihentikan

Nasional
Digelar Sederhana dan Empati, Sidang Tahunan MPR Dapat Apresiasi

Digelar Sederhana dan Empati, Sidang Tahunan MPR Dapat Apresiasi

Nasional
Jokowi: Defisit Anggaran 2021 Diperkirakan Rp 971,2 Triliun

Jokowi: Defisit Anggaran 2021 Diperkirakan Rp 971,2 Triliun

Nasional
Ketua DPR: Pemulihan Ekonomi Nasional Arahkan Bantu Pelaku UMKM dan Padat Karya

Ketua DPR: Pemulihan Ekonomi Nasional Arahkan Bantu Pelaku UMKM dan Padat Karya

Nasional
Jokowi Harap Omnibus Law Perpajakan Mampu Percepat Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Jokowi Harap Omnibus Law Perpajakan Mampu Percepat Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X