Cerita Wapres Kalla Tentang Presiden Jokowi yang Gemar Rapat

Kompas.com - 28/02/2019, 12:29 WIB
Calon presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersama Dewan Pengarah Jenggala Center Jusuf Kalla memberikan keterangan pers seusai menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional Jenggala Center di Jakarta, Minggu (3/2/2019). Kegiatan tersebut untuk menyatukan langkah Jenggala Center dalam pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin dalam Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. SIGID KURNIAWANCalon presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersama Dewan Pengarah Jenggala Center Jusuf Kalla memberikan keterangan pers seusai menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional Jenggala Center di Jakarta, Minggu (3/2/2019). Kegiatan tersebut untuk menyatukan langkah Jenggala Center dalam pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin dalam Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan kesannya terhadap Presiden Joko Widodo selama empat tahun lebih menjalankan pemerintahan.

Kalla menilai, Jokowi bukanlah sosok yang otoriter. Hal itu, kata Kalla, tercermin dari kebiasaan Jokowi menggelar rapat sebelum memutuskan sebuah kebijakan.

"Beliau tidak pernah ada pikiran otoriternya. Berpikiran pun endak. Yang capeknya kita. Apa saja dirapatkan. Mau sampah dirapatkan kabinet juga. Iya, ekonomi sampah, mau gimana listrik (dari) sampah, rapat 2-3 kali. Apa lagi yang lain," kata Kalla saat membuka CNBC Indonesia Economic Outlook di The Westin, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Baca juga: Kalla: Kalau Pak Jokowi Menang Tak Usah Khawatir, kalau yang Sebelah Saya Tidak Tahu

Ia menambahkan, Presiden Jokowi bisa lebih intensif menggelar rapat tentang hal-hal yang lebih penting seperti pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, lanjut Kalla, saking seringnya rapat, terkadang ia dan beberapa menteri lupa pembahasan rapat sebelumnya.

Baca juga: Jusuf Kalla: Pak Maruf Amin Ketum MUI, Bagaimana Bisa Melarang Azan?

"Karena begitu banyaknya rapat. Kalau Pak Harto dulu hanya sekali sebulan rapat. Tiap Rabu pertama 1 bulan. Itu pun bidang ekonomi. Sekali sebulan," tutur Kalla.

"Ini (Kabinet Kerja) kadang-kadang 5 kali seminggu. Sekarang, terkecuali sekarang tidak. Karena beliau banyak ke luar daerah. Ya kita aman-aman saja sekarang. Agak santai," seloroh Kalla lantas disambut tawa para pengusaha dan pejabat yang hadir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X