Perkuat Materi Debat, KPU Gelar FGD untuk Panelis

Kompas.com - 08/02/2019, 15:57 WIB
Gedung KPU PusatKompas.com/Fitria Chusna Farisa Gedung KPU Pusat

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) antara panelis dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan tema debat kedua Pilpres 2019.

Mereka adalah para pemerhati berbagai isu, NGO, dan tokoh-tokoh lain yang relevan dengan tema debat kedua.

FGD digelar untuk memperkuat materi debat kedua, sebelum panelis menyusun pertanyaan.

"Yang bergerak di bidang energi, pangan, lingkungan hidup, sumber daya alam dan infrastruktur itu yang di undang (dalam FGD)," kata Arief di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).


Baca juga: KPU Siapkan Parkir Timur Senayan sebagai Tempat Nobar Debat Kedua Pilpres

FGD berlangsung selama 3 hari ke depan. Pada forum ini, panelis juga akan merumuskan pertanyaan debat.

Pertanyaan debat tak harus selesai dalam waktu tiga hari. Namun, kata Arief, yang terpenting, pertanyaan sudah selesai dirumuskan sebelum debat berlangsung.

"Misalnya baru hari ini baru membuat rancangan pertanyaannya, bisa saja nanti finalisasinya menjelang debatnya," ujar dia.

Arief menambahkan, setelah nantinya pertanyaan disusun, panelis akan diminta menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan pertanyaan debat ke pihak mana pun.

Baca juga: Jumlah Tamu Undangan Debat Kedua Pilpres Ditambah Jadi 600 Orang

"Mereka yang membuat pertanyaannya, mereka akan menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan pertanyaan itu kepada siapa pun," kata Arief.

Debat kedua pilpres akan digelar Minggu (17/2/2019). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 8 Panelis Debat Kedua Pilpres 2019

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X