Ini Tantangan Pemilu 2019 Bagi Golkar

Kompas.com - 19/12/2018, 06:16 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto usai menutup workshop kampanye dan bimbingan teknis caleg Golkar di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (15/9/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto usai menutup workshop kampanye dan bimbingan teknis caleg Golkar di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar sedang berpikir keras bagaimana pemilih, terutama yang bukan kader dan simpatisan, dapat mencoblos calon anggota legislatifnya pada Pemilu 2019.

Sebab, wajah caleg tidak ditampilkan pada surat suara. Hanya dituliskan nomor urut, lambang partai politik dan nama calegnya saja sehingga berpotensi membingungkan pemilih bukan kader dan simpatisan Golkar.

"Pada saat pencoblosan tidak ada gambar. Terutama bagi pileg. Hanya ada nama. Sehingga tentunya bagi masyarakat, ini menjadi sesuatu yang tidak sederhana kan," ujar Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/12/2018) malam.

Baca juga: 2.528 Penyelenggara Pemilu Dilaporkan Langgar Kode Etik Sepanjang 2018

Selain itu, tantangan lain yang menjadi sorotan adalah soal berbarengannya pencoblosan capres-cawapres dengan caleg.

Airlangga mengatakan, masih ada sisa waktu empat bulan ke depan bagi partainya untuk mempertajam strategi dalam menghadapi persoalan ini.

Beberapa strategi yang sudah disiapkan, yakni tetap menggencarkan sosialisasi para caleg, baik di media konvensional semisal baliho dan sebagainya, hingga melalui media sosial.

"Kami perlu lebih awal lagi untuk memperkenalkan bukan saja wajah caleg, program caleg, tapi nama caleg. Apalagi nama caleg dengan berbagai macam titel kan enggak gampang juga memperkenalkannya," lanjut Airlangga.

Baca juga: Romahurmuziy: PR Terbesar Menangkan Jokowi Ada di PPP dan Golkar

Soal pemenangan Pileg dan Pilpres sendiri, Airlangga mengatakan, partainya masih terus berkoordinasi dengan badan pemenangan di setiap provinsi.

"Evaluasi progress report pemenangan Pemilu, jadi kami mendapatkan laporan terkait kegiatan di setiap provinsi. Nah ini tentu jadi bahan. Bahan ini kami akan bawa di dalam rapat DPP besok. Besok pula, DPP akan mengadakan pelatihan untuk caleg terkait dengan strategi pemenangan," ujar Airlangga.

Kompas TV Presiden Joko Widodo menyebut menantunya Bobby Nasution mulai tertarik dengan dunia politik. Bobby memang tak asing dengan dunia politik, kedua pamannnya Doli Sinomba Siregar dan Harry Lontung Siregar merupakan politisi senior di Partai Golkar dan Hanura. Lalu apa maksud dari pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan jika menantunya Bobby Nasution memiliki feeling politik? KompasTV akan membahasnya bersama pengamat politik CSIS Arya Fernandes dan juga telah bergabung lewat sambungan satelit paman Bobby Nasution, Doli Sinomba Siregar.

 

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

Nasional
Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Nasional
Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

Nasional
Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

Nasional
Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

Nasional
3 April: Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Tambah Fasilitas Pemeriksaan

3 April: Ada 1.986 Kasus Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Tambah Fasilitas Pemeriksaan

Nasional
Saling Bantah Pejabat Istana di Tengah Pandemi Corona...

Saling Bantah Pejabat Istana di Tengah Pandemi Corona...

Nasional
Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Ada Penolakan, Ridwan Kamil Minta TNI/ Polri Kawal Pemakaman Jenazah Covid-19

Nasional
Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Pandemi Corona, Riset Ini Tegaskan Pentingnya Physical Distancing

Nasional
Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, dari Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Pilkada 2020 Ditunda, Komnas HAM Ingatkan soal Hak Pilih Kelompok Rentan

Nasional
Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Gunakan Mesin TB-TCM, Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Bisa Lebih Banyak dan Cepat

Nasional
PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

PBNU Imbau Nahdliyin Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Mudik Lebaran

Nasional
Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Gugus Tugas Covid-19 Pastikan APD untuk Tenaga Medis di Indonesia Tercukupi

Nasional
Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Wapres Tanya Ridwan Kamil soal Antisipasi Kedatangan Orang Rantau dan TKI, Ini Jawabannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X