Barisan Kursi Kosong Saat Rapat Paripurna DPR... - Kompas.com

Barisan Kursi Kosong Saat Rapat Paripurna DPR...

Kompas.com - 03/12/2018, 14:17 WIB
Suasana Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Suasana Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2018), tampak sepi. Beberapa baris kursi anggota DPR yang terletak di bagian depan terlihat kosong.

Penyelenggaraan Rapat Paripurna pun tidak tepat waktu. Menurut jadwal, Rapat Paripurna sedianya akan dimulai pada pukul 10.00 WIB, tetapi akhirnya mundur menjadi pukul 11.00 WIB.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, sebanyak 289 dari 560 anggota DPR telah menandatangani daftar kehadiran.

"Ada 289 anggota yang sudah menandatangani absen kehadiran dari seluruh fraksi. Kuorum telah tercapai," ujar Fahri saat membuka Rapat Paripurna.

Baca juga: Anggota DPR yang Sering Bolos Rapat Paripurna Jangan Dipilih Lagi

Dari daftar kehadiran diketahui anggota DPR yang menandatangani lembar presensi hanya  sebanyak 151 orang. Sementara 138 anggota lainnya berstatus izin.

Berikut data kehadiran anggota DPR pada Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II:

1. Fraksi PDIP: 27 dari 109 anggota

2. Fraksi Partai Golkar: 25 dari 91 anggota

3. Fraksi Partai Gerindra: 16 dari 73 anggota

4. Fraksi Demokrat: 20 dari 61 anggota

5. Fraksi PAN: 10 dari 48 anggota

6. Fraksi PKB: 13 dari 47 anggota

7. Fraksi PKS: 10 dari 40 anggota

8. Fraksi PPP: 11 dari 39 anggota

9. Fraksi NasDem: 12 dari 36 anggota

10. Fraksi Hanura: 7 dari 16 anggota

Rapat paripurna diawali dengan pergantian 4 anggota dari Fraksi Partai Hanura dan 1 anggota dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Setelah pengucapan sumpah anggota, rapat dilanjutkan dengan tiga agenda lainnya, yakni pertama, pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR).

Kedua, pengambilan keputusan atas RUU tentang Minyak dan Gas Bumi menjadi RUU usul DPR.

Ketiga, Pengesahan perpanjangan pembahasan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol dan RUU tentang Pertembakauan.



Close Ads X