Erick Thohir Anggap Wajar Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Fluktuatif

Kompas.com - 27/11/2018, 23:21 WIB
Pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo dan Maruf Amin, saat pengambilan nomor urut di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPasangan capres dan cawapres, Joko Widodo dan Maruf Amin, saat pengambilan nomor urut di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menilai wajar elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang masih fluktuatif.

Hal itu disampaikan Erick menanggapi hasil survei Median yang menunjukan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 47,7 persen sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,5 persen. Survei dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden yang memiliki hak pilih. 

"Saya rasa ini masih lima bulan ke depan. Kalau namanya research kan naik turun. Itu biasa. Sama seperti harga sembako juga naik turun. Hal yang biasa," kata Erick saat ditemui di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Baca juga: Survei Median: Jokowi Masih Terhambat Masalah Ekonomi dan Kesejahteraan

Ia meyakini Jokowi akan tetap bekerja seperti biasa dan fokus pada pembangunan yang tengah dilaksanakan.

Karena itu, kata Erick, Jokowi justru berkunjung ke Lampung dan Sumatera Selatan untuk mengecek pembangunan jalan tol.

"Bagaimana kemarin contohnya beliau mengunjungi Lampung, bagaimana beliau melihat bahwa bandara di Lampung itu sekarang sudah diperintahkan agar menjadi internasional," kata Erick.

Baca juga: Muhaimin Nilai Jokowi Masih Punya Waktu Tingkatkan Elektabilitas

"Bagaimana jalan-jalan tol di Lampung, di Palembang segera akan diselesaikan untuk tahun ini dan tahun depan supaya ada peningkatan dari pada ekonomi di sekitarnya," lanjut dia.

Selain itu, kata Erick, Jokowi tengah fokus pula membangun sumber daya manusia setelah infrastruktur dibangun.

Ia meyakini kerja Jokowi dalam membangun infrastruktur dan sumber daya manusia nantinya membawa efek elektoral pula.

"Kami melihat kami yakin apa yang dikerjakan ini sudah baik. Kami akan pertahankan," lanjut Erick.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Nasional
Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Nasional
Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Nasional
Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Nasional
LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

Nasional
Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Nasional
UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Nasional
Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 5.963, Pasien Covid-19 yang Sembuh Capai 1.450.192

UPDATE: Bertambah 5.963, Pasien Covid-19 yang Sembuh Capai 1.450.192

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X