Oesman Sapta Yakin Jokowi-Ma'ruf Raup 79 Persen Suara - Kompas.com

Oesman Sapta Yakin Jokowi-Ma'ruf Raup 79 Persen Suara

Kompas.com - 07/11/2018, 20:43 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang yakin elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 di atas 70 persen.

Hal itu diungkapkan Oesman dalam pidatonya pada acara pembekalan calon anggota legislatif dari Partai Hanura oleh Jokowi di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (7/11/2018).

"Survei yang saya catat, Jokowi-Ma'ruf Amin 79 persen. Itu Oesman Sapta yang survei," ujar Oesman.

Mendengar itu, sekitar 300 calon legislatif Partai Hanura langsung bersorak sorai sambil bertepuk tangan.

Baca juga: Elektabilitas 16 Parpol Peserta Pemilu di 10 Provinsi Terbesar Menurut LSI Denny JA

Oesman juga menyoroti sejumlah lembaga survei yang menempatkan partainya dengan tingkat elektabilitas yang rendah dibandingkan dari partai politik lain.

"Orang bilang survei kita kecil. Siapa yang bayar survei? Kita belum pernah ya bayar-bayar survei," ujar Oesman.

Dalam pidato itu, Oesman sekaligus mengingatkan mengapa masyarakat harus memilih Jokowi dalam Pilpres 2019.

Baca juga: Bawaslu Mengaku Dilema soal Kasus Dugaan Curi Start Jokowi-Maruf

Menurut dia, masyarakat harus memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf atas alasan Indonesia butuh percepatan pembangunan infrastruktur.

"Alasannya sangat mendasar. Karena saya adalah orang daerah, kita semua ini adalah orang daerah dan daerah itu  membutuhkan pembangunan, tak hanya di Jakarta, tapi di pelosok Tanah Air," ujar Oesman.

Hadir dalam acara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKPI Diaz Hensdropriyono serta sejumlah petinggi partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Kompas TV Apakah benar pernyataan Prabowo bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi kebodohan?

 


Terkini Lainnya


Close Ads X