Prabowo Dijadwalkan Bertemu Tokoh NU Jateng KH Maimoen Zubair

Kompas.com - 28/09/2018, 21:05 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri acara haul ke 11 Presiden ke-2 RI Soeharto di kediaman keluarga Soeharto, Jalan Cendana No. 8, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon presiden Prabowo Subianto menghadiri acara haul ke 11 Presiden ke-2 RI Soeharto di kediaman keluarga Soeharto, Jalan Cendana No. 8, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018) malam.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/9/2018). Dalam safarinya tersebut, Prabowo berencana menemui tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Seperti dikutip dari siaran pers tim media pasangan Prabowo-Sandiaga, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan bersilaturahim dengan sesepuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Maimoen Zubair di Desa Karangmangu, Sarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/9/2018).

KH Maimoen Zubair dikenal sebagai kiai kharismatik dan sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Baca juga: Jubir Prabowo-Sandiaga Sebut Etika Politik Kubu Jokowi-Maruf Rendah

KH Maimoen merupakan ayah dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. Pada Pilkada Jateng 2018 lalu, Taj Yasin berpasangan dengan Ganjar Pranowo.

Mereka diusung oleh enam partai, yakni PDI-P, Partai Nasdem, PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Baca juga: Prabowo-Sandiaga Lirik Jatim, Jokowi-Maruf Tak Khawatir

Prabowo tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, pada Jumat (28/9/2018) sore. Ia sempat dihampiri oleh pengunjung bandara yang kebanyakan dari kalangan ibu-ibu.

Mantan Danjen Kopassus yang mengenakan kemeja safari berwarna coklat itu tak sungkan meladeni permintaan ibu-ibu untuk berfoto bersama.

Tak hanya meladeni puluhan pengunjung yang ingin foto bersama, Prabowo juga terlihat menghampiri beberapa anak kecil dan mengajak foto bersama.

Kompas TV Pasca dukungan Yenny Wahid, tim sukses Joko Widodo-Ma'ruf Amin yakin, 99% suara kelompok nahdlatul ulama, memilih Jokowi-Ma'ruf.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X