Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penggalangan Dana Politik oleh Gerindra dan Dugaan Menipisnya Modal Prabowo

Kompas.com - 25/06/2018, 10:39 WIB
Rakhmat Nur Hakim,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya biaya politik membuat Partai Gerindra memilih penggalangan dana model baru, yakni penggalangan dana secara masal dari masyarakat (crowdfunding).

Ide crowdfunding untuk biaya politik Gerindra dicetuskan sang ketua umum, Prabowo Subianto, melalui akun Facebook resminya.

Melalui akun tersebut, Prabowo mengumumkan partainya menggelar crowdfunding untuk memenuhi biaya politik yang mahal di Indonesia.

"Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung, dari pendukung-pendukung saya, dan pendukung-pendukung Gerindra. Saya namakan @GalangPerjuangan," kata Prabowo saat berpidato melalui akun Facebook-nya, Kamis (21/6/2018).

Baca juga: Prabowo Galang Donasi untuk Biayai Ongkos Politik Gerindra

Dalam unggahan tersebut juga dijelaskan, penyaluran donasi bisa dilakukan dengan mengakses @GalangPerjuangan_bot di aplikasi Telegram. Setelah itu, akan muncul informasi terkait penggunaan aplikasi dan nomor rekening donasi.

Ia menilai partainya merasa perlu menggelar crowdfunding lantaran biaya politik di Indonesia yang mahal.

Hal tersebut, kata Prabowo, menyebabkan banyak calon kepala daerah dan politisi lainnya gagal memenangkan kontestasi karena minim modal.

Karena itu, dalam pidatonya, Prabowo tak memedulikan nominal uang yang disumbangkan oleh masyarakat kepada Gerindra.

"Saya mohon bantuanmu, berapa banyak itu tergantung kemampuanmu. Kalau kau, katakanlah, mengirim Rp 5.000 kami sudah terima kasih. Kalau bisa kirim Rp 10.000, Rp 20.000 dan seterusnya akan sangat berarti," lanjut Prabowo.

Hingga kini, crowdfunding yang digelar Prabowo telah mengumpulkan uang sebanyak Rp 219.644.034.

Modal Prabowo menipis?

Upaya crowdfunding yang digelar Prabowo tak lepas dari dugaan menipisnya modal politik mantan Komandan Jenderal Kopassus itu. Pasalnya, sang adik, Hashim Djojohadikusumo, pernah menyatakan salah satu yang menjadi pertimbangan Prabowo untuk maju kembali menjadi capres ialah logistik.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, dalam sebuah acara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, mengharapkan, cawapres pendamping Prabowo memiliki logistik yang cukup.

"Kalau cawapresnya nanti ada akses ke logistik, itu alhamdulillah, puji Tuhan," ucap Hashim.

Meski demikian, Hashim memastikan kakaknya masih memiliki logistik untuk maju sebagai capres di Pemilu 2019.

"Oh masih," ujar Hashim.

Baca juga: Prabowo Juga Akan Galang Donasi untuk Modal Jadi Capres 2019

Namun, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, mengatakan, crowdfunding yang dicetuskan Prabowo tak bertujuan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk pencapresan ketua umumnya.

Ia mengatakan crowdfunding tersebut bukan berarti menunjukan Gerindra kehabisan modal untuk memenangkan Prabowo.

Andre memastikan Gerindra memiliki modal yang cukup untuk memenangkan Prabowo di Pilpres 2019.

Ia menyebut, crowdfunding tersebut bagian dari upaya pendidikan politik yang dilakukan Gerindra kepada masyarakat.

Andre menambahkan, crowdfunding tersebut akan membantu para tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas sebagai pemimpin politik untuk berkiprah di eksekutif dan legislatif baik di daerah maupun di pusat.

Baca juga: Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Dengan demikian, para politisi yang terpilih tak terjebak dalam rente lantaran dulunya dibiayai oleh cukong saat berkontestasi.

Ia tak menampik jika sebagian uang dari crowdfunding akan digunakan untuk pencapresan Prabowo, namun jumlahnya tak akan signifikan.

Sebab, kata Andre, tujuan utama penggalangan dana tersebut untuk membiayai operasional politik Gerindra, khususnya dalam kontestasi seperti pilkada dan pileg.

"Uang yang terkumpul sebagian bisa jadi digunakan untuk pilpres, tapi itu pun tidak signifikan jumlahnya. Karena tujuan utama dari crowdfunding ini ialah bukan untuk pilpres, tapi misalnya untuk membiayai tokoh masyarakat yang baik tapi enggak punya uang untuk terjun di politik," kata Andre.

"Jadi nanti para politisi yang terpilih tak perlu mengabdi ke cukong, tapi mereka mengabdinya kepada rakyat," lanjut Andre.

Hal senada disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi langkah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menggalang donasi untuk ongkos politik Partai Gerindra.

"Oh, enggak (kehabisan modal), crowdfund itu kan biasa di negara demokrasi," kata Habiburokhman kepada Kompas.com, Jumat (22/6/2018).

Habiburokhman mencontohkan politik di Amerika Serikat. Menurut dia, Barack Obama dan Donald Trump turut menggalang dana dari pendukungnya untuk modal kampanye sebagai calon presiden.

"Justru itu ada nilai atau filosofi demokrasinya, yaitu melibatkan masyarakat berpartisipasi dalam perjuangan sejak awal sekali," kata dia.

Kompas TV Gerindra bantah program penggalangan dana sebagai sinyal kurangnya modal untuk maju ke bursa Capres 2019.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi 'Online'

Penjelasan Habiburokhman soal Adanya Anggota DPR Main Judi "Online"

Nasional
Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Airlangga Sebut Kemenko Perekonomian Pindah ke IKN jika Kantornya Sudah Siap

Nasional
Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Jemaah Haji Sambut Gembira Saat Hujan Turun di Mekkah, di Tengah Peringatan Cuaca Panas

Nasional
PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

PPP Pastikan Agenda Muktamar untuk Pergantian Pemimpin Berlangsung Tahun 2025

Nasional
Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi dan Lansia Diimbau Badal Lontar Jumrah

Nasional
Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Idul Adha, Puan Maharani: Tingkatkan Kepedulian dan Gotong Royong

Nasional
Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Timwas Haji DPR: Tenda Jemaah Haji Indonesia Tidak Sesuai Maktab, Banyak yang Terusir

Nasional
Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Sikap Golkar Ingin Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar Ketimbang Jakarta Dinilai Realistis

Nasional
Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Masalah Haji Terus Berulang, Timwas Haji DPR Usulkan Penbentukan Pansus

Nasional
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Tak Lontar Jumrah Sebelum Pukul 16.00

Nasional
Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Wapres Ma'ruf Dorong Kegiatan Kurban Terus Dijaga, Sebut Warga Non-Muslim Ikut Berkurban di Masjid Istiqlal

Nasional
Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Semarak Perayaan Idul Adha 1445 H, DPC PDIP di 38 Daerah Jatim Sembelih Hewan Kurban

Nasional
Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Pelindo Petikemas Salurkan 215 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Nasional
Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Gus Muhaimin: Timwas Haji DPR Sampaikan Penyelenggaraan Haji 2024 Alami Berbagai Masalah

Nasional
DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

DPD PDI-P Usulkan Nama Anies di Pilkada Jakarta, Ganjar: Seandainya Tidak Cocok, Tak Usah Dipaksakan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com