Ini Gelar yang Pernah Diberikan Warga Nahdliyin kepada Soekarno - Kompas.com

Ini Gelar yang Pernah Diberikan Warga Nahdliyin kepada Soekarno

Kompas.com - 21/06/2018, 06:44 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara haul ke-48 Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara haul ke-48 Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018).

BLITAR, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa Presiden pertama RI Soekarno pernah diberikan sebuah gelar oleh warga Nahdalatul Ulama ( NU) atau Nahdliyin.

Gelar yang diberikan kepada Sang Proklamator itu adalah Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah.

“Ini yang tidak akan pernah saya lupa seumur hidup, tidak pernah gelar ini dicabut oleh Nahdlatul Ulama,” ujar Megawati saat memberikan sambutan pada peringatan Haul ke-48 Bung Karno, di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018).

Baca juga: Megawati: Saya Minta Warga Jawa Timur Menangkan Cucu Soekarno di Pilkada

Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah berarti pemimpin pemerintahan di masa darurat.

Gelar itu membuat kebijakan-kebijakan Bung Karno, sebagai pemimpin pemerintahan di masa darurat, mengikat secara sah bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

Gelar tersebut disahkan dalam Muktamar NU Tahun 1954 di Surabaya.

"Oleh sebab itu saya berbangga atas ketegasan sikap NU bahwa Pancasila dan NKRI adalah final," kata Megawati.

Baca juga: Rasa Haru Megawati Saat Warga Nahdliyin Ikut Peringati Haul ke-48 Bung Karno

Megawati juga mengungkapkan kedekatan dengan para tokoh Nahdlatul Ulama, antara lain Kiai Hasyim Asy'ari, Kiai Abdul Wahab Hasbullah dan Kiai Wahid Hasyim.

Presiden kelima RI itu pun meminta kalangan Soekarnois dan warga NU bahu-membahu untuk mencegah upaya-upaya yang ingin merusak persatuan bangsa Indonesia.

"Tidak ada siapa pun di negara ini yang dapat menggantikannya. Maka saya meminta dari kalangan Soekarnois dan NU, mari kita bahu membahu untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak negara dan bangsa kita," ucapnya.

Baca juga: Di Haul Bung Karno, Megawati Ucapkan Terima Kasih kepada Warga NU

Seusai sambutan Megawati, acara haul ke-48 Bung Karno dilanjutkan dengan Pengajian Kenduri 1001 Tumpeng, tausiyah oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, pembacaan Yasin dan tahlilan.

Selain Said Aqil Siradj, hadir beberapa tokoh Nahdlatul Ulama, antara lain Kiai Nurul Huda Djazuli, Kiai Zainuddin Djazuli, Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Fuad Djazuli.

Hadir pula Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno.

Baca juga: Megawati dan Sejumlah Menteri Peringati Haul di Makam Bung Karno

Para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara juga ikut hadir dalam acara tersebut, yakni, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menristek Mohamad Nasir dan Kepala BIN Budi Gunawan.


Terkini Lainnya

Tahun Depan, Program Binmas Noken Polri Sasar Wilayah Nduga dan Tolikara

Tahun Depan, Program Binmas Noken Polri Sasar Wilayah Nduga dan Tolikara

Nasional
Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Pemprov DKI Jakarta Anggarkan Triliunan Rupiah untuk Revitalisasi TIM

Megapolitan
Terbukti Kampanye di Sekolah, Caleg Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

Terbukti Kampanye di Sekolah, Caleg Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

Megapolitan
Fadli Zon: Kami Ingin Yakinkan Rakyat Jawa Tengah Pentingnya Perubahan

Fadli Zon: Kami Ingin Yakinkan Rakyat Jawa Tengah Pentingnya Perubahan

Nasional
Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Regional
Mengenal Hermitage, Salah Satu Museum Terbesar dan Tertua di Dunia

Mengenal Hermitage, Salah Satu Museum Terbesar dan Tertua di Dunia

Internasional
Komnas HAM Tak Persoalkan Jokowi Absen Tiba-tiba di Peringatan HAM Sedunia

Komnas HAM Tak Persoalkan Jokowi Absen Tiba-tiba di Peringatan HAM Sedunia

Nasional
Hujan Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Ponorogo Roboh Tertimpa Pohon Ambruk

Hujan Disertai Angin Kencang, 2 Rumah di Ponorogo Roboh Tertimpa Pohon Ambruk

Regional
Cuaca Buruk, 2 Pesawat Tujuan Batam Tertunda Mendarat di Hang Nadim

Cuaca Buruk, 2 Pesawat Tujuan Batam Tertunda Mendarat di Hang Nadim

Regional
JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

Nasional
KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

Regional
Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Internasional
Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Internasional
Mendekati Pemilu 2019, Jumlah DPT di Gunungkidul Melonjak Ribuan Orang

Mendekati Pemilu 2019, Jumlah DPT di Gunungkidul Melonjak Ribuan Orang

Regional
Studi: James Bond adalah Seorang Pecandu Alkohol

Studi: James Bond adalah Seorang Pecandu Alkohol

Internasional

Close Ads X