Pemerintah Bantah Bahas Pembukaan Hubungan Diplomatik dan Bebas Visa dengan Israel

Kompas.com - 01/06/2018, 15:23 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ditemui seusai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ditemui seusai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah mengenai kabar bahwa sejak 2016, Indonesia melakukan pertemuan tertutup untuk membuka hubungan diplomatik dan membahas masalah visa dengan Israel.

"Saat ini beredar berita bahwa sejak 2016 ada pertemuan atau negosiasi rahasia memulai membahas masalah hubungan diplomatik atau bebas visa antara Indonesia dengan Israel. Dalam kesempatan ini, saya ingin menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Saya ulangi ya, hal tersebut tidak benar," kata Retno.

Hal tersebut disampaikan Retno, di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (1/6/2018). Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mempercayai informasi hoaks itu.

Baca juga: Menkumham Akui Tolak Visa 53 WN Israel yang Ingin Masuk ke Indonesia

Retno mengatakan, hingga saat ini, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Hal yang sama ditegaskan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"Kami tidak pernah membicarakan bahkan berdiskusi tentang bebas visa dari negara Israel. Karena memang kita tidak punya hubungan diplomatik dengan mereka," ujar Yasonna.

Apabila Israeal menolak visa warga negara Indonesia, lanjut Yasonna, itu merupakan hak dan wewenang Israel. Sebab, setiap negara memiliki standar pertahanan dan keamanan teknis yang berbeda-beda.

Demikian pula Indonesia. Apabila ada warga negara Israel yang ditolak visanya, maka hal itu adalah wewenang Indonesia sepenuhnya, didasarkan atas aturan yang berlaku.

Baca juga: Menlu Retno Koordinasi dengan Menkumham soal Larangan WNI Masuk Israel

Pemerintah Israel sebelumnya melarang turis Indonesia masuk ke Israel per 9 Juni 2018. Kebijakan itu disebut-sebut diterbitkan sebagai bentuk balasan atas pelarangan turis Israel masuk ke Indonesia.

Pemerintah Israel menyebut, turis Indonesia masih bisa masuk ke Israel hingga tanggal 9 Juni. Namun, setelah tanggal 9 Juni, turis Indonesia yang ingin masuk secara individu maupun kelompok tak akan bisa masuk Israel.

Diketahui, Indonesia dan Israel sampai saat ini tak memiliki hubungan diplomatik. Namun, untuk urusan wisata khususnya wisata religi di Israel, turis Indonesia memiliki visa khusus.

Seperti diketahui, setiap tahun umat Muslim dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, mengunjungi Masjid Al-Aqsa dengan visa khusus. Selain itu, umat Kristen Indonesia juga melakukan ziarah ke Yerusalem.

Kompas TV Apresiasi diberikan oleh menlu Jordania dan Palestina.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X