Kompas.com - 01/05/2018, 20:27 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkritik imbauan anggota Bawaslu terkait larangan melakukan kampanye politik dalam peringatan Hari Buruh.

Meskipun demikian, dalam larangan itu, Bawaslu tetap mempersilakan deklarasi asal tidak membawa atribut politik.

"Bawaslu itu lembaga independen pengawas pemilu. May Day itu berulang kali kita menyampaikan sikap politik kita," ujar Said di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Said menegaskan, perjuangan kaum buruh adalah bagian dari sebuah proses politik yang didasari dengan keputusan parlemen dan pemerintah.

“Kami ingin mengingatkan Bawaslu daripada nanti buruh bereaksi terhadap sikap Bawaslu, jangan main-main politik, dan saya dengar itu kan bukan Bawaslu resmi, satu orang komisioner Bawaslu yang saya lupa namanya,” kata Said.

Baca juga : Didukung Ribuan Buruh KSPI, Prabowo Merasa Dapat Kehormatan Tertinggi 

Ia pun mengingatkan, dukungan terhadap Prabowo merupakan hak buruh. Buruh hanya berpikir agar perjuangan nasibnya bisa diperhatikan oleh negara.

Said juga menganggap bahwa buruh menjadi bagian dari warga negara yang berhak menyatakan sikap politik

“Buruh membutuhkan seorang pemimpin. Pilpres 2019 adalah tahun di mana secara konstitusional kita boleh memilih seorang presiden," kata dia.

Baca juga : Dapat Dukungan Buruh KSPI, Prabowo Nyatakan Siap Maju Pilpres 2019

Dengan demikian, ia mengimbau agar larangan dari anggota Bawaslu itu tak perlu dibesar-besarkan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

“Sekali lagi kami berpesan kepada seseorang Bawaslu itu, jangan bermain politik. Nanti malah ada reaksi balik dari kawan buruh. Saya tidak ada ancam-ancam apa ya. Jangan ada reaksi balik malah kacau," katanya.

Kompas TV Massa buruh berkumpul di kawasan patung kuda dan Monas, Jakarta Pusat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.