Fadli Zon Bantah "Menggoreng" Isu Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Kompas.com - 26/04/2018, 14:30 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerinda Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua Umum Partai Gerinda Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon membantah pihak partai oposisi sengaja menggoreng isu soal keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di dalam negeri.

Menurut Fadli, munculnya masalah TKA ini justru karena langkah Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan presiden Nomor 20 Tahun 2018.

Perpres tersebut menyederhanakan prosedur administrasi bagi TKA yang hendak bekerja di Indonesia.

"Tidak digoreng-goreng, kan memang pemerintah mengeluarkan perpres itu, dan memberikan kemudahan bagi tenaga kerja asing. Bukan digoreng, itu kenyataan dan kita menolak," kata Fadli saat dihubungi, Kamis (26/4/2018).

"Kalau menolak itu bukan berarti menggoreng," tambah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

(Baca juga : Jokowi Sebut Ada Kepentingan Politis di Balik Isu Tenaga Kerja Asing)

Fadli menegaskan, Perpres yang belum lama diteken Jokowi tersebut secara tidak langsung telah memudahkan masuknya TKA ke Indonesia.

Dampaknya, masyarakat Indonesia bakal makin kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

"Saya kira itu harus diajari lah Pak Presiden, supaya tahu. Kan dia sendiri yang membuat keputusan, kan kita merespons dari keputusan itu. Sederhana saja," kata Fadli Zon.

Jokowi sebelumnya menyinggung polemik Perpres yang dia terbitkan dalam acara ekspor perdana Mitsubishi Xpander di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

(Baca juga : Wapres JK: Ada 2 Juta TKI di Malaysia, tapi Tidak Pernah Ribut)

Awalnya, dalam acara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pabrik Mitsubishi di Cikarang sudah menyerap 3.000-4.000 tenaga kerja.

Jokowi yang maju ke podium setelah Airlangga lalu menegaskan bahwa dari 3.000-4.000 tenaga kerja itu, mayoritasnya masyarakat Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X