Kompas.com - 26/03/2018, 17:54 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyoroti hubungan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat isu calon wakil presiden untuk Pilpres 2019 mulai berkembang.

Hendri mempertanyakan, mengapa Presiden Jokowi membedakan pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai politik yang bersifat terbuka dan menjadi sorotan dan pertemuan dengan Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, yang terkesan tertutup dari publik.

"Yang seru untuk menjadi perhatian itu di antara pertemuan Jokowi dengan ketua partai politik, hanya dengan Cak Imin yang berbeda," ujar Hendri kepada Kompas.com, Senin (26/3/2018).

Dia melanjutkan, saat bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, misalnya, Presiden mengajak untuk bersama-sama meninjau proyek MRT.

Begitu pula saat Presiden Jokowi bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang dilakukan secara terbuka. Setelah pertemuan, Jokowi blak-blakan kepada media bahwa pertemuannya itu membahas Pilpres 2019.

(Baca juga: Usung Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres 2019, PKB Tunggu Muspimnas)

Demikian juga saat Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Jokowi menjadikan momen lari pagi untuk berbincang mengenai calon wakil presidennya pada Pilpres 2019.

"Momen itu sangat personal, sangat intim, begitu. Namun, giliran ketemu Cak Imin di Istana, ya kok enggak terbuka ya, terkesan ditutup-tutupi. Pertanyaan saya, apakah Jokowi ini cukup nyaman dengan Cak Imin?" ujar Hendri.

Hendri mempertanyakan soal kenyamanan Cak Imin dengan Jokowi karena PKB hingga saat ini belum secara resmi menyatakan dukungan kepada Jokowi.

"Yang jelas, Cak Imin dengan PKB-nya saat ini adalah satu-satunya partai politik pendukung pemerintah yang belum menyatakan dukungannya kepada Jokowi pada 2019. Ini kecuali PAN ya, yang tampaknya sudah berseberangan meskipun belum menyatakan keluar dari koalisi pendukung pemerintah," kata dia.

(Baca juga: Muhaimin Optimistis Jokowi Akan Tawarkan Cawapres untuknya)

Hendri berpendapat, Jokowi sedang mencari sosok yang memiliki dua kriteria. Pertama, Jokowi tak akan memilih sosok yang menjadikan jabatan wapres cuma batu loncatan untuk menjadi capres pada Pilpres 2024.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Jabodetabek Berstatus Level 2 Selama Sepekan Mendatang

PPKM Diperpanjang, Jabodetabek Berstatus Level 2 Selama Sepekan Mendatang

Nasional
Selain Dugaan Korupsi, Bupati Langkat Bisa Terjerat Pidana Lain Terkait Adanya Kerangkeng Manusia di Rumahnya

Selain Dugaan Korupsi, Bupati Langkat Bisa Terjerat Pidana Lain Terkait Adanya Kerangkeng Manusia di Rumahnya

Nasional
Kala Risma, Ridwan Kamil hingga Ahok Buka Suara soal Kepala Otorita IKN Incaran Jokowi

Kala Risma, Ridwan Kamil hingga Ahok Buka Suara soal Kepala Otorita IKN Incaran Jokowi

Nasional
Migrant Care: Pekerja Sawit Tak Pernah Terima Gaji, Kerja 10 Jam Sehari lalu Masuk Kerangkeng Bupati Langkat

Migrant Care: Pekerja Sawit Tak Pernah Terima Gaji, Kerja 10 Jam Sehari lalu Masuk Kerangkeng Bupati Langkat

Nasional
PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

Nasional
Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Nasional
Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Nasional
Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Nasional
Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.