Kompas.com - 19/01/2018, 16:08 WIB
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengacungkan jempol kepada jurnalis saat menunggu  pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/10). Rita Widyasari memenuhi panggilan KPK untuk pemeriksaan perdana sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menerima suap dan gratifikasi sebesar enam miliar rupiah dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP) Hery Susanto Gun terkait pemberian izin lokasi into dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/17. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIBupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengacungkan jempol kepada jurnalis saat menunggu pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/10). Rita Widyasari memenuhi panggilan KPK untuk pemeriksaan perdana sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menerima suap dan gratifikasi sebesar enam miliar rupiah dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP) Hery Susanto Gun terkait pemberian izin lokasi into dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc/17.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Kutai Kertanegara (nonaktif) Rita Widyasari mengklaim bahwa harta Rp 436 miliar yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan aset pribadinya.

KPK sebelumnya menduga Rita menyamarkan gratifikasi senilai Rp 436 miliar.

Dalam kasus ini, Rita sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepada awak media seusai diperiksa perdana sebagai tersangka, Rita mengatakan, penyidik sendiri yang bilang bahwa harta Rp 436 miliar merupakan aset pribadinya.

"Tadi beliau menyampaikan, penyidik bilang bahwa 436 itu adalah angka aset saya yang mana di dalam salah satunya itu tambang saya," kata Rita di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Baca juga : Bupati Kukar Rita Widyasari Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang)

Rita mengklaim memiliki tambang batu bara di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Selain dia, ibu dan kakaknya juga disebut memiliki tambang serupa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di sana di Kutai, saya punya tambang, ibu saya punya tambang, kakak saya punya tambang, jadi nilai itulah yang dinilai," ujar Rita.

Saat diminta penegasan apakah tambang tersebut adalah harta dari hasil pencucian uang, dia menepisnya.

"Enggak maksudnya dari aset saya, kan TPPU itu nilai aset. Oke ya," ujar Rita.

(Baca juga : Bupati Kukar Rita Widyasari Belanja 40 Tas Mewah untuk Samarkan Gratifikasi Rp 436 Miliar)

Dalam jumpa pers KPK, Selasa (16/1/2018), Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.