Nasdem Berharap Praperadilan Novanto Cepat Selesai

Kompas.com - 22/11/2017, 23:29 WIB
Sekretaris Jendral DPP Partai Nasdem Johnny G Plate menargetkan partainya dapat meraih double digit suara pada Pemilu 2019 mendatang. Jakarta, Jumat (13/10/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Sekretaris Jendral DPP Partai Nasdem Johnny G Plate menargetkan partainya dapat meraih double digit suara pada Pemilu 2019 mendatang. Jakarta, Jumat (13/10/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate berharap, proses gugatan praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto cepat selesai.

Dengan demikian, DPR bisa kembali normal.

Novanto saat ini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Ia mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Meski Novanto ditahan, Golkar tetap mempertahankannya sebagai Ketua DPR. Golkar akan menunggu putusan praperadilan sebelum menentukan nasib Novanto selanjutnya. 

Johnny mengatakan, setiap fraksi di DPR harus menghormati keputusan Golkar itu dan hanya bisa berharap praperadilan cepat selesai.

Baca: Golkar Sebut Pertahankan Novanto hingga Praperadilan sebagai Pilihan Terbaik

Selain itu, menurut Johnnny, proses sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait dugaan pelanggaran etik oleh Novanto juga seharusnya menunggu putusan praperadilan.

Jika MKD tetap memprosesnya, dikhawatirkan kasus dugaan pelanggaran etik oleh Novanto menjadi politis. 

"Dua mingguan, satu mingguan harus selesai. Jangan lama-lama. Mau enggak mau nanti dibawa ke ranah politik kalau (praperadilan) terlalu lama ," ujar Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Baca juga : Surat Sakti Setya Novanto dari Balik Jeruji Besi...

Ia mengatakan, jika Novanto kalah dalam praperadilan, maka Golkar harus menjalankan mekanisme internalnya untuk mengganti Ketua DPR.

Johnny yakin, Golkar punya banyak figur berkualitas untuk mengemban tugas sebagai Ketua DPR.  

"Tentu ini momentum bagus bagi Partai Golkar untuk demontrasikan bahwa sekarang waktunya bagi Partai Golkar untuk bantu (perbaiki) citra DPR," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk 'Backdoor Diplomacy'

Soal Myanmar, Pemerintah Disarankan Tunjuk Kalla atau Hasan Wirajuda untuk "Backdoor Diplomacy"

Nasional
Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Kemenkes: Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Gotong Royong Wajib Izin BPOM

Nasional
Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Nasional
Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Nasional
Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Nasional
Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Nasional
Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Nasional
Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Nasional
Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Nasional
UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke 'Marketplace'

Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke "Marketplace"

Nasional
UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X