Golkar Sebut Pertahankan Novanto hingga Praperadilan sebagai Pilihan Terbaik

Kompas.com - 22/11/2017, 14:36 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily ketika ditemui di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily ketika ditemui di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (20/11/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai keputusan partai untuk mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum dan Ketua DPR hingga praperadilannya selesai merupakan pilihan terbaik.

Dalam rapat pleno kemarin, Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni pihak yang menginginkan Novanto tetap menjabat sebagai ketua umum partai dan Ketua DPR, serta kubu yang sebaliknya.

"Oleh karena itu saya kira hasil keputusan rapat pleno kemarin merupakan kompromi yang terbaik ya untuk menyatukan berbagai macam kepentingan," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Baca juga : Surat Sakti Setya Novanto dari Balik Jeruji Besi...


Ia menambahkan, dengan adanya opsi tersebut maka tidak menghilangkan hak Novanto untuk membuktikan jika dirinya tidak bersalah. Di sisi lain, menurut dia, keputusan tersebut juga tidak menyandera Golkar.

Dengan demikian, ia mengatakan Golkar tetap bisa menjalankan agenda politik ke depan seperti pilkada 2018 dan pemilu 2019.

"Terus terang saja saya pribadi di dalam rapat kemarin menyampaikan hal yang sama, bahwa ada sebagian anggota DPD I yang menginginkan adanya penyelamatan partai dengan melakukan munaslub, tetapi ini kan masih belum cukup secara aturan organisasi," lanjut Ace.

Baca juga : Bakpao SN Bukan Cerita Fiktif, Adakah Kaitannya dengan Setya Novanto?

Sebelumnya, meski berstatus tahanan KPK, namun Golkar tetap mempertahankan Novanto sebagai ketua umum dan menunggu hasil praperadilan yang diajukan Novanto.

Rapat pleno DPP Partai Golkar Selasa (21/11/2017) kemudian menunjuk Idrus Marham sebagai pelaksana tugas ketua umum.

Atas alasan yang sama, yakni menungfu hasil praperadilan, maka Golkar juga mempertahankan Novanto sebagai Ketua DPR RI.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X