Pilkada Jateng 2018, PKB "Pasarkan" Marwan Jafar ke Sejumlah Parpol

Kompas.com - 23/07/2017, 22:27 WIB
Marwan Jafar (baju putih)  kandidat calon Gubernur Jateng bersama Muhaimin Iskandar (baju batik)  Ketua DPP PKB saat menghadiri  pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Demak,  di Ponpes Girikusumo,  Mranggen,  Demak,  Kamis (11/5/2017) KOMPAS.com (ARI WIDODO)Marwan Jafar (baju putih) kandidat calon Gubernur Jateng bersama Muhaimin Iskandar (baju batik) Ketua DPP PKB saat menghadiri pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Demak, di Ponpes Girikusumo, Mranggen, Demak, Kamis (11/5/2017)
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan partainya telah melakukan langkah-langkah jelang penyelenggaraan Pilkada Jawa Tengah 2018. PKB telah menyatakan akan mengusung Marwan Jafar dalam Pilkada Jawa Tengah 2018.

Menurut Muhaimin, PKB tengah melakukan lobi-lobi untuk mendapat dukungan dari partai politik bagi Marwan Jafar. Namun, Muhaimin tidak menyebutkan partai mana yang sedang dilobi oleh PKB.

"Untuk Jateng kami akan mengusung Marwan Jafar dan melakukan lobi-lobi, memasarkan ke partai-partai untuk mendapat dukungan," ujar politisi yang akrab disapa Cak Imin, saat ditemui di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (23/7/2017).

Selain itu, lanjut Cak Imin, kader PKB juga diarahkan untuk melakukan pendekatan ke masyarakat dan mengenalkan sosok Marwan Jafar. Pasalnya, elektabilitas Marwan Jafar berada di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dari PDI-P.

(Baca: Menimbang Duet Marwan Jafar-Sudirman Said di Pilkada Jateng)

"Ya memang, karena Pak Marwan baru mulai kerja ya, salah satunya turun ke lapangan, dialog dengan masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat. Kami melakukan pendekatan ke seluruh masyarakat Jawa Tengah. Kampanye mulai dijalankan ke pedesaan," tuturnya.

Nama Ganjar Pranowo masih sangat kuat bagi nama-nama lain yang akan berlaga di Pilkada Jawa Tengah 27 Juni 2018 mendatang.

Dalam survei yang dilakukan Populi Center pada pertengahan Mei 2017, Ganjar unggul baik segi popularitas, elektabilitas hingga akseptabilitas dibandingkan nama-nama lainnya.

Direktur Populi Center Usep Ahyar di Semarang, mengatakan, elektabilitas Ganjar masih sangat kuat yaitu pada angka 51,6 persen.

Hal demikian wajar, karena saat ini Ganjar merupakan petahana yang masih menjabat, serta belum ada pengumuman resmi mengenai sosok siapa yang berkompetisi. Usep mengatakan, nama-nama yang muncul belakangan belum banyak dikenal publik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Susi Pudjiastuti Gali Pengalaman Hidup Mike Tyson...

Saat Susi Pudjiastuti Gali Pengalaman Hidup Mike Tyson...

Nasional
[POPULER NASIONAL] 10.856 Orang Meninggal Akibat Covid-19 | Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Nasional

[POPULER NASIONAL] 10.856 Orang Meninggal Akibat Covid-19 | Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Nasional

Nasional
Lahirnya Partai Ummat, Partai Baru Amien Rais dan Imbas Kongres PAN

Lahirnya Partai Ummat, Partai Baru Amien Rais dan Imbas Kongres PAN

Nasional
Fenomena 'Kakek Sugiono' di Pusaran Hoaks Politik Tanah Air

Fenomena "Kakek Sugiono" di Pusaran Hoaks Politik Tanah Air

Nasional
Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Nasional
Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Nasional
Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Nasional
Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Nasional
Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Nasional
Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Nasional
Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Nasional
Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Nasional
Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Nasional
Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X