Kompas.com - 02/06/2017, 19:53 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian seusai mengjadiri buka bersama pimpinan lembaga negara di kediaman dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017) KOMPAS.com/Nabilla TashandraKapolri Jenderal Pol Tito Karnavian seusai mengjadiri buka bersama pimpinan lembaga negara di kediaman dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017)
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengimbau jajarannya untuk menindak tegas pelaku persekusi di semua daerah, tak terkecuali kasus persekusi di Solok, Sumatera Barat.

Bahkan, Tito mengatakan tak segan untuk mengganti jajarannya yang tidak tegas dalam menindak pelaku persekusi.

"Bahkan sudah saya sampaikan, kalau saya anggap nanti menurut penilaian saya Kapolres di Solok saya anggap lemah, takut, ya saya ganti. Ganti dengan yang berani dan tegas," ujar Tito dengan nada suara yang meninggi.

(Baca: Belajar dari Kasus Dokter Fiera di Solok, Hentikan Perundungan dan Teror)

"Saya tidak akan segan-segan untuk mencari dan mengganti dengan orang yang lebih tegas. Saya pikir itu langkah-langkah kami ya," lanjut Tito.

Ia mengungkapkan telah memerintahkan jajarannya untuk tidak ragu menindak tegas pelaku persekusi.

Karena itu, ia mengapresiasi Kapolres Jakarta Timur yang telah menindak tegas pelaku persekusi yang meresahkan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau nanti ada yang merasa diancam, apalagi dengan kekerasan fisik terutama, maka silakan melaporkan ke kepolisian, kami akan berikan perlindungan," tukas Tito.

(Baca: Polisi Buru Koordinator Massa yang Datangi Rumah Korban Persekusi di Cipinang)

Sebelumnya di Solok sempat terjadi aksi persekusi yang menimpa salah seorang dokter RSUD Solok Fiera Lovita.

Hingga saat ini, kasusnya belum diproses oleh polisi dan untuk sementara waktu ia pergi meninggalkan Solok untuk mengamankan dirinya dan anak-anaknya.

Kompas TV Sapa Pagi akan membahas tindakan persekusi yang dilakukan anggota suatu ormas terhadap anak di bawah umur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.