Kompas.com - 10/01/2017, 20:44 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak publik untuk memanfaatkan keberadaan komunitas dalam memerangi informasi hoax di dunia maya.

Sebab, menurut dia, pemblokiran adalah opsi terakhir untuk membatasi akses situs-situs yang menyebarkan informasi hoax.

"Lebih baik fokus kepada bagaimana memberdayakan masyarakat, memberdayakan komunitas untuk menangani isu hoax ini," kata Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Ia mencontohkan, jika ada satu komunitas kumpulan para wartawan, misalnya, anggota komunitas tersebut dapat membuat semacam kode etik dalam menggunakan media sosial.

"Ada lagi misalnya komunitas memancing. Bikinlah yang namanya etika-etika menggunakan media sosial. Itu yang akan mengerem kita semua," ujar Rudiantara.

Adapun mengenai pemblokiran situs dan media sosial, Rudiantara menegaskan, pihaknya fokus pada konten, bukan kepada latar belakang lainnya seperti pemilik situs atau pengelolanya.

"Karena undang-undang pun tidak pernah menuliskan, 'kalau yang punya si ini', 'kalau redaksinya begini'. Tidak ada. Di undang-undang fokusnya hanya kepada konten. Ya sudah fokus kepada konten saja," kata Rudiantara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kebetulan ada yang terafiliasi dengan siapa, dimiliki siapa, kebetulan saja," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.