Kompas.com - 08/11/2016, 10:54 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, video berisi orasi musisi Ahmad Dhani yang diduga menghina Presiden Joko Widodo perlu dibuktikan keasliannya.

Video orasi tersebut viral di dunia maya. 

Menurut dia, dibutuhkan setidaknya dua ahli untuk mencari kebenaran terkait kasus tersebut, yaitu ahli digital forensik dan ahli bahasa.

"Kalau memang mau dilaporkan harus clear. Lihat videonya secara utuh. Kalau sudah bisa dipastikan keasliannya oleh ahli digital forensik, maka kalimat yang asli itulah yang kemudian dinilai ahli bahasa," kata Roy, saat dihubungi, Selasa (8/11/2016).

(Baca juga: Diduga Menghina Presiden Jokowi, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi)

Selain itu, dengan digugurkannya pasal penghinaan presiden oleh Mahkamah Konstitusi, maka pihak yang bisa melapor adalah yang bersangkutan sendiri, yaitu Presiden Joko Widodo.

Saat disinggung mengenai evaluasi dukungan, Roy mengatakan, hal tersebut masih jauh karena proses hukum masih berjalan.

Adapun, Demokrat bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra resmi mengusung Dhani sebagai calon Wakil Bupati Bekasi.

"Kalau itu nanti kami serahkan juga kepada tim pemenangan karena kami juga tidak sendirian (mengusung Dhani)," kata Roy.

Musisi Ahmad Dhani dilaporkan oleh Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin (7/11/2016) dini hari.

(Baca: Ruhut Minta Polisi Bertindak Tegas terhadap Ahmad Dhani)

Calon wakil bupati Bekasi itu dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum LRJ Riano Oscha mengatakan, laporan ini dibuat atas desakan dari anggota LRJ dan Projo yang menyaksikan Ahmad Dhani menghina Jokowi di muka umum pada saat berorasi di depan Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 4 November 2016 lalu.

Kompas TV Ahmad Dhani Pertanyakan Posisi Hukum Pelapor
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.