Cak Imin: Tidak Boleh Serang karena SARA, tetapi Harus Menang dengan Sara

Kompas.com - 06/10/2016, 09:43 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) memimpin kegiatan mujahadah dan doa untuk bangsa di Kantor DPP PKB, Rabu (5/10/2016) malam. Kegiatan ini sekaligus untuk mendoakan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang akan maju di Pilkada DKI Jakarta 2017. Kompas.com / Dani PrabowoKetua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) memimpin kegiatan mujahadah dan doa untuk bangsa di Kantor DPP PKB, Rabu (5/10/2016) malam. Kegiatan ini sekaligus untuk mendoakan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang akan maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menginstruksikan agar semua kader PKB tidak menggunakan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagai materi kampanye.

Terlebih lagi, jika instrumen itu digunakan untuk menyerang salah satu pasangan calon.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menegaskan, pertarungan pada Pilkada DKI Jakarta mendatang merupakan pertarungan gagasan serta strategi.

Kendati melarang penggunaan SARA, Cak Imin tak melarang pengerahan "Sara" untuk memenangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang mereka usung.

"Ini bukan SARA, tapi gunakan Sara untuk menang. 'Sara' itu 'Suara Madura' pilih Agus," tutur Muhaimin yang berseloroh di Kantor DPP PKB, Rabu (5/10/2016).

Muhaimin yakin bahwa penggunaan isu SARA hanya akan memperkeruh suasana pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

Kendati demikian, apabila pasangan calon kepala daerah yang diusung PKB diterpa isu tersebut, Cak Imin menegaskan, tak ada satu pun kader PKB yang boleh membalas.

"Saya tegaskan tidak ada yang boleh menyerang karena SARA, tapi kita menang karena didukung oleh kelompok-kelompok Sara," ujarnya.

"Tanjung Priok (itu diisi orang) Madura semua, kita kerja keras. Kita menangkan Mas Agus-Mpok Silvi," ucap Muhaimin.

Dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta, Agus-Sylvi diusung empat parpol, yaitu PKB, Demokrat, PPP, dan PAN.

Pasangan itu akan menghadapi dua pasangan lain, yaitu petahana Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Kompas TV Safari Politik Agus Yudhoyono Hadapi Pilkada DKI
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agenda V20 di Indonesia Akan Dorong Pemulihan Ekonomi Merata di Forum G20

Agenda V20 di Indonesia Akan Dorong Pemulihan Ekonomi Merata di Forum G20

Nasional
Resmi, Pilpres-Pileg Digelar 14 Februari 2024, Pilkada Serentak 27 November

Resmi, Pilpres-Pileg Digelar 14 Februari 2024, Pilkada Serentak 27 November

Nasional
Panglima Andika Paparkan Alasan Pembentukan Koarmada RI dan Koopsudnas

Panglima Andika Paparkan Alasan Pembentukan Koarmada RI dan Koopsudnas

Nasional
Panglima Sebut Mayjen Maruli Sangat Pantas Jabat Pangkostrad

Panglima Sebut Mayjen Maruli Sangat Pantas Jabat Pangkostrad

Nasional
Luhut Sebut Level PPKM DKI Jakarta Berpotensi Berubah ke Level 3

Luhut Sebut Level PPKM DKI Jakarta Berpotensi Berubah ke Level 3

Nasional
ICW Sebut Azis Syamsuddin Mestinya Dituntut Lebih Berat

ICW Sebut Azis Syamsuddin Mestinya Dituntut Lebih Berat

Nasional
Luhut: Lonjakan Kasus Covid-19 Bersumber dari Jabodetabek

Luhut: Lonjakan Kasus Covid-19 Bersumber dari Jabodetabek

Nasional
Dugaan Kejahatan Baru Bupati Langkat: Temuan Kerangkeng Manusia dan Perbudakan Modern

Dugaan Kejahatan Baru Bupati Langkat: Temuan Kerangkeng Manusia dan Perbudakan Modern

Nasional
V20 Dorong Kepala Negara G20 Bantu Pemerataan Akses Vaksin Covid-19

V20 Dorong Kepala Negara G20 Bantu Pemerataan Akses Vaksin Covid-19

Nasional
Polri: Perubahan Warna Pelat Kendaraan Dimulai 2022, Penggunaan Chip RFID Tahun 2023

Polri: Perubahan Warna Pelat Kendaraan Dimulai 2022, Penggunaan Chip RFID Tahun 2023

Nasional
KPK Pikir-pikir Terkait Vonis Sekda Nonaktif Tanjungbalai

KPK Pikir-pikir Terkait Vonis Sekda Nonaktif Tanjungbalai

Nasional
Sepakati Jadwal Pemilu 2024, Pemerintah-KPU Beda Pendapat soal Masa Kampanye

Sepakati Jadwal Pemilu 2024, Pemerintah-KPU Beda Pendapat soal Masa Kampanye

Nasional
Kasus Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur, KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Sekjen DPC Demokrat Balikpapan

Kasus Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur, KPK Jadwal Ulang Pemanggilan Sekjen DPC Demokrat Balikpapan

Nasional
Laporkan Dugaan Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Migrant Care: Sangat Keji!

Laporkan Dugaan Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Migrant Care: Sangat Keji!

Nasional
Polri Cek Dugaan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Polri Cek Dugaan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.