Kompas.com - 21/09/2016, 21:44 WIB
|
EditorBayu Galih

Selain itu, Putri mengatakan, pihak keluarga juga tidak diberi informasi terkait tewasnya Asep dari aparat terkait.

Keluarga justru mendapatkan kabar tewasnya Asep dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur.

"Pihak keluarga juga meminta dilakukan otopsi terhadap tubuh korban dan meminta rekam medis, namun tak diberikan oleh pihak RSUD," kata Putri.

Putri juga mempertanyakan mengapa kedua rekan Asep yang ditangkap tak disidik lebih lanjut. Sebab, kedua rekan Asep dilepas begitu saja tanpa menjelaskan kepada mereka terkait penyebab penangkapan.

"Ini harus ditindaklanjuti. Ada indikasi upaya sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat," ucap Putri.

Banyaknya kejanggalan ini, menurut Putri, perlu segera diselidiki oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri.

Irwasum pun perlu memastikan proses pengungkapan kasus ini dilakukan transparan dan akuntabel.

"Irwasum harus menindak tegas anggota kepolisian yang menghalangi proses pengungkapan kasus," kata Putri.

Putri juga meminta Mabes Polri dan Polda Jawa Barat untuk menindaklanjuti proses pidana penanganan kasus kematian Asep. Ini dilakukan dengan upaya visum dan otopsi terhadap tubuh Asep guna memastikan penyebab kematian.

"Kami juga berharap Polri tidak menjadikan mekanisme internal sebagai pola menutup proses pidana. Evaluasi kinerja Polri secara keseluruhan penting untuk mengungkap praktik penyiksaan dan arogansi serta penggunaan kewenangan secara berlebihan," kata dia.

Saat dikonfirmasi, Irwasum Polri menyatakan masih menyelidiki itu.

"Saat ini masih dalam proses, tim pengawas internal dari Polda Jabar masih melakukan proses lidik," kata Irwasum Komjen Dwi Prayitno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.