Sekjen Demokrat: Sepanjang Diperlukan, Apa Salahnya "Reshuffle"?

Kompas.com - 19/07/2016, 21:21 WIB
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo (kiri ke kanan), saat jumpa pers terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 di Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015). Demokrat menilai secara umum pelaksaan pilkada berlangsung aman dan lancar namun masih ditemukan tindak kecurangan yang dilakukan pasangan calon. TRIBUNNEWS/HERUDINKetua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo (kiri ke kanan), saat jumpa pers terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 di Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015). Demokrat menilai secara umum pelaksaan pilkada berlangsung aman dan lancar namun masih ditemukan tindak kecurangan yang dilakukan pasangan calon.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, partainya tidak mempersoalkan rencana perombakan kabinet jilid II. Dia mengatakan, kebutuhan perombakan kabinet berada di tangan Presiden Joko Widodo.

"Sepuluh tahun lalu, Pak SBY tidak pernah mengharamkan itu. Sepanjang dianggap butuh, untuk kebutuhan membuat pemerintah baik, pelayanan publik bagus pasti dilakukan," kata Hinca di DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Hinca menganalogikan kabinet pemerintahan seperti rumah tangga yang memiliki pembantu. Ia menilai, jika tidak bekerja dengan baik setelah beberapa bulan, pembantu rumah tangga lebih baik diganti.

(Baca: Mensesneg: "Reshuffle" Biasanya Tak Direncanakan, Tunggu Saja)

"Reshuffle itu kan maksudnya mengganti sesuatu yang kurang bagus menjadi bagus. Kalau publik melihat bahwa pemerintahan ini masih ada yang bolong-bolong, tentu harapan publik agar tidak ada yang bolong-bolong lagi," ucap Hinca.

Selain itu, Hinca mengatakan Jokowi perlu mempertimbangkan realitas politik yang terjadi. Realitas politik perlu diperhatikan agar pemerintah menjadi kuat.

"Kami mendukung Pak Jokowi agar secara matang menyusun kabinet supaya ke depan lebih baik lagi. Nanti kan Oktober ini dua tahun. Demokrat biasa selalu tiap tahun kasih catatan, kasih masukan, kasih kritik," ujar Hinca.

Kompas TV JK: Reshuffle Masih Tunggu Hari Baik

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X