Belajar dari Pesawat Singapore Airlines yang Terbakar

Kompas.com - 28/06/2016, 13:15 WIB
Sayap kanan B777 Singapore Airlines yang terbakar sesaat setelah mendarat darurat di bandara Changi, SIngapura karena kebocoran oli, Senin (27/6/2016) pagi. Channel News AsiaSayap kanan B777 Singapore Airlines yang terbakar sesaat setelah mendarat darurat di bandara Changi, SIngapura karena kebocoran oli, Senin (27/6/2016) pagi.
EditorHeru Margianto

Mereka memilik satu “kepercayaan yang kuat” sebuah “trust” yang mapan terhadap Maskapai Penerbangan dan juga pihak otoritas bandara dalam upaya mengatasi keadaan darurat.

Mereka “merasa” berada dalam penanganan dan pelayanan yang aman, mereka merasa berada dalam “a good hand”.

Mereka percaya orang-orang yang bertugas memiliki kemampuan yang tidak diragukan dalam menanggulangi “bahaya”. Itu menyebabkan meraka menjadi patuh melaksanakan perintah, tanpa ada keinginan mencari “selamat” sendiri-sendiri.

Mengagumkan memang, akan tetapi bila kita renungkan dengan seksama bahwa hal itu sebenarnya tidak terlalu “istimewa sekali” atau tidak pula sebuah hal yang “sangat luar biasa”.

Hal tersebut adalah sesuatu yang “biasa” saja, yaitu bila memang semua pihak bekerja dengan “baik” sesuai bidang tugasnya masing-masing, maka tingkat keberhasilan yang akan diperoleh dalam pelaksanaan tugas adalah memang pasti akan berbuah seperti tersebut tadi.

Mampukah kita?

Menyaksikan itu semua, banyak yang kemudian meragukan apakah kita juga akan mampu berbuat yang sama pada saat mengalami keadaan yang seperti itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalahnya, adakah kemauan kita untuk bekerja dengan irama yang seperti itu?

Peristiwa itu adalah hasil dari sebuah rangkaian “kerja keras” yang berjalan lama bertahun-tahun. Kerja keras dalam membangun etos kerja yang tumbuh bersamaan dengan kesadaran mendalam tentang posisi, tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Dunia penerbangan kita memang masih jauh dari itu, masih banyak tantangan berat menghadang yang masih harus diatasi terlebih dahulu.

Yang penting bila kita memang ingin setara dengan Negara lain, kita memang harus membangun disiplin yang tinggi.

Disisi lain juga harus sanggup membangun kesadaran mendalam tentang posisi, tugas dan tanggung jawab sesuai bidang tugas masing-masing.

Seorang Pakistan bernama Jahangir Khan mengatakan bahwa “Without hard work and discipline it is difficult to be a top professional”.

Kita memiliki potensi yang lebih dari cukup untuk meraih itu semua, mari dimulai dari diri kita sendiri masing-masing.

Kita harus mampu memetik pelajaran dari kecelakaan pesawat Singapore Airlines yang terbakar di Changi, kita harus belajar dari pengalaman orang lain, experience is the best teacher.

Sejatinya memang dibutuhkan “revolusi mental”. To be the best, we have to work harder!

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Nasional
PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

Nasional
4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

Nasional
Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.