Saat G20, Presiden Jokowi Ingatkan Indonesia Negara Berpenduduk Muslim Modern

Kompas.com - 16/11/2015, 06:08 WIB
Presiden Joko Widodo saat melakukan pemeriksaan pasukan TNI dalam perayaan HUT ke-70 TNI di Cillegon, Banten, Senin (5/10/2015). Fabian Januarius Kuwado/KOMPAS.comPresiden Joko Widodo saat melakukan pemeriksaan pasukan TNI dalam perayaan HUT ke-70 TNI di Cillegon, Banten, Senin (5/10/2015).
EditorFidel Ali
ANTALYA, KOMPAS.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan G20 mengapresiasi kondisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim besar di dunia dengan kondisi yang relatif baik dan ada toleransi.

"Mereka sadar pentingnya Indonesia dengan penduduk muslim yang besar dengan situasi dan kondisi yang baik, ada tolerasi," kata Presiden Jokowi di Hotel IC Santai Antalya Turki, Minggu malam.

Presiden menyebutkan dalam pertemuan G20, ia menyampaikan sebagai negara terbesar berpenduduk muslim, Indonesia mendorong adanya Islam yang modern, moderat dan toleran.

Dalam kesempatan itu Presiden kembali menyampaikan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar menyatakan duka mendalam terhadap rakyat Perancis dan mengutuk keras aksi kekerasan itu.

Sementara mengenai pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping, Presiden mengatakan banyak yang dibahas antara lain tindak lanjut pertemuan sebelumnya.

"Juga mengenai likuiditas 'support' dari Tiongkok, yaitu dengan adanya tambahan 20 miliar dolar AS," katanya.

Menurut Presiden, kedua pihak juga mengupayakan peningkatan investasi yang akan memberi tambahan kapital masuk di Indonesia.

"Sekarang ini strategi investasi negara harus jelas, strategi 'employment' juga, semua harus dirancang dengan baik," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, investasi yang harus dikejar adalah pertama infrastruktur dan yang menyerap tenaga kerja karena 60 persen pengangguran lulusan SD, SMP, SMK.

"Infrastruktur dikejar karena ada sasaran jangka pendek yaitu penyediaan lapangan kerja, menengah yaitu mobilitas barang jasa lebih cepat dan jangka panjang yaitu distribusi yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, strategi investasi bidang industri harus diarahkan agar Indonesia tidak sampai tergantung kepada impor. "Harus berbalik ,barang yang diekspor minimal setengah jadi," kata Presiden Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4.255.268 Kasus Covid-19 Indonesia dan Upaya Hindari Gelombang Ketiga

4.255.268 Kasus Covid-19 Indonesia dan Upaya Hindari Gelombang Ketiga

Nasional
Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah dan Pesantren Sebarkan Islam Toleran

Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah dan Pesantren Sebarkan Islam Toleran

Nasional
[POPULER NASIONAL] Polemik Telegram Panglima soal Proses Hukum Anggota TNI | Yusril: Tak Heran UU Cipta Kerja Rontok di MK

[POPULER NASIONAL] Polemik Telegram Panglima soal Proses Hukum Anggota TNI | Yusril: Tak Heran UU Cipta Kerja Rontok di MK

Nasional
Indonesia Membaik, Awas Lolos Mulut Buaya Masuk Mulut Macan...

Indonesia Membaik, Awas Lolos Mulut Buaya Masuk Mulut Macan...

Nasional
KTT Asia-Eropa, Jokowi Sampaikan Dua Area Kerja Sama yang Perlu Ditingkatkan

KTT Asia-Eropa, Jokowi Sampaikan Dua Area Kerja Sama yang Perlu Ditingkatkan

Nasional
Jokowi Ingin RI Berkontribusi agar Taliban Penuhi Janji soal Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

Jokowi Ingin RI Berkontribusi agar Taliban Penuhi Janji soal Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

Nasional
Mulai 28 November, Pelaku Perjalanan Indonesia Bisa ke Singapura Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

Mulai 28 November, Pelaku Perjalanan Indonesia Bisa ke Singapura Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

Nasional
Ketua Panitia Dukung Saran 9 Kiai Sepuh Terkait Muktamar Ke-34 NU pada Januari 2022

Ketua Panitia Dukung Saran 9 Kiai Sepuh Terkait Muktamar Ke-34 NU pada Januari 2022

Nasional
Para Elite Politik di Lingkaran Pemuda Pancasila, dari Bamsoet hingga Jokowi

Para Elite Politik di Lingkaran Pemuda Pancasila, dari Bamsoet hingga Jokowi

Nasional
Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Kontras Harap Masyarakat Sipil Dilibatkan dalam Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Kontras Harap Masyarakat Sipil Dilibatkan dalam Tim Penyidik Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Di KTT Asia-Eropa, Jokowi Singgung Kesenjangan Vaksin Negara Kaya-Miskin

Di KTT Asia-Eropa, Jokowi Singgung Kesenjangan Vaksin Negara Kaya-Miskin

Nasional
Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Kasus HAM Berat yang Akan Disidik

Komnas HAM Harap Jaksa Agung Segera Umumkan Kasus HAM Berat yang Akan Disidik

Nasional
217.000 Personil Polri Disiapkan Untuk Jaga Posko PPKM Selama Libur Nataru

217.000 Personil Polri Disiapkan Untuk Jaga Posko PPKM Selama Libur Nataru

Nasional
Hindari Gelombang Ketiga, Satgas Ungkap Kunci Penanganan Covid-19 Saat Nataru

Hindari Gelombang Ketiga, Satgas Ungkap Kunci Penanganan Covid-19 Saat Nataru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.