Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Bangun Gedung Baru, Setya Novanto Dinilai Jadikan DPR Lahan Proyek

Kompas.com - 25/04/2015, 15:20 WIB
Ihsanuddin

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik DPR yang akan segera membangun gedung baru pada 16 Agustus 2015 mendatang. Peneliti Formappi, Lucius Karus, menilai, pembangunan gedung baru tersebut membuktikan DPR hanya mementingkan kepentingannya sendiri, bukan kepentingan rakyat.

"Setya Novanto (Ketua DPR) menganggap DPR itu lahan proyek," kata Lucius saat dihubungi, Sabtu (25/4/2015).

Padahal, lanjut Lucius, setelah melewati tiga masa sidang, prestasi DPR belum banyak terlihat. Dalam kondisi tersebut, pembangunan gedung baru tidak pantas untuk dilakukan.

"Yang penting itu kerjanya, bukan ruang kerjanya," ucap Lucius. "Rencana DPR ini bagaimana bumi dengan langit, antara rencana itu dan kinerja mereka," katanya. (Baca: DPR Tidak Hasilkan UU Selama Masa Sidang III 2014-2015)

Dalam pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2014/2015, Ketua DPR RI Setya Novanto mengungkapkan rencana pembangunan gedung baru DPR. Presiden Joko Widodo telah menyetujui dan akan menghadiri seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut pada 16 Agustus 2015.

Setya mengatakan, pembangunan gedung baru ini diharapkan akan menjadi ikon nasional serta memperkuat peran representasi DPR RI dengan maksud mendekatkan wakil rakyat dengan konstituennya. Pembangunan gedung baru diawali dengan pembentukan tim kerja pembangunan perpustakaan, museum, pusat penelitian, dan ruang kerja anggota serta tenaga ahli DPR RI. (Baca: Presiden Jokowi Setujui Pembangunan Gedung Baru DPR)

DPR berpandangan bahwa pembangunan ikon nasional ini akan menjadi warisan bangsa karena setelah 70 tahun Indonesia merdeka dan 17 tahun reformasi, lembaga legislatif belum pernah dibangun secara mandiri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com