Survei LSI Prediksi Golkar Akan Terpuruk, Poros Muda Golkar Desak Rekonsiliasi

Kompas.com - 19/12/2014, 21:13 WIB
Inisiator poros muda Golkar: Indra J Piliang, Andi Lukman, dan Andi Sinulingga (kiri-kanan), memberikan pernyataan pers di Jakarta, Kamis (10/7/2014). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOInisiator poros muda Golkar: Indra J Piliang, Andi Lukman, dan Andi Sinulingga (kiri-kanan), memberikan pernyataan pers di Jakarta, Kamis (10/7/2014).
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar Andi Sinulingga mengatakan, survei terbaru yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan menyatakan suara Golkar akan merosot menjadi 8,4 persen merupakan capaian terendah dalam sejarah perjalanan politik.

Menurut Andi, survei LSI mengonfirmasi apa yang sudah disampaikan oleh Poros Muda Golkar beberapa waktu lalu. Jika Golkar tidak segera melakukan rekonsiliasi maka partai berlambang pohon beringin itu terwujud menjadi partai papan tengah di Pemilu 2019.

"Seharusnya fakta-fakta tersebut bisa membuka akal sehat kedua belah pihak (kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono) bahwa semakin berlarutnya dualisme kepengurusan DPP Golkar justru akan merugikan partai. Merugikan kedua belah pihak," kata Andi melalui pesan singkatnya, Jumat (19/12/2014).

Andi menuturkan, seharusnya para senior di kedua kubu yang saat ini berbeda pandangan bisa memberikan contoh bagi generasi Golkar di bawahnya. Menurut Andi, alangkah baiknya jika kedua kubu yang saat ini berseteru mampu meninggalkan warisan yang baik untuk kader muda di partai berlambang beringin itu.

"Poros Muda mengajak segenap komponen generasi muda Golkar untuk bersatu dan aktif melakukan langkah-langkah politik untuk menyelesaikan konflik yang ada. Berlarutnya konflik tersebut, bukan hanya merugikan partai Golkar, tapi juga merugikan kader-kader muda, sebagai pewaris masa depan Partai Golkar," ujarnya.

Masih kata Andi, kader-kader muda Golkar berhak menerima warisan yang baik dan bukan sebaliknya. Menurut dia, para kader muda Golkar tidak boleh diam dan terkungkung oleh partonase politik.

"Kuatnya budaya patron client di tubuh Golkar dan lemahnya komunikasi politik dikalangan generasi muda, merupakan sumber utama tidak terkonsolidasi gerakan kaum muda Golkar untuk merealisasikan regenerasi di tubuh partai," ucapnya.

Golkar mengalami dualisme kepemimpinan setelah kubu Aburizal dan kubu Agung Laksono mengadakan munasnya masing-masing. Kedua kubu kemudian mendaftarkan kepengurusan hasil munas itu ke Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, Menkumham mengatakan, kementerian menyimpulkan untuk mengembalikan penyelesaian dualisme kepemimpinan Golkar ke internal partai tersebut. (Baca: Tak Putuskan Apa Pun, Kemenkumham Kembalikan Penyelesaian Konflik ke Internal Golkar)

Pemerintah menilai bahwa munas yang digelar dua kubu di internal Golkar adalah sah. Akhirnya, kepengurusan Golkar yang diakui pemerintah saat ini adalah kepengurusan lama yang di dalamnya mencatat Aburizal Bakrie, Agung Laksono, dan Priyo Budi Santoso sebagai pengurus.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buru Nurhadi dkk, KPK Sambangi Rumah Mertua Nurhadi di Tulungagung

Buru Nurhadi dkk, KPK Sambangi Rumah Mertua Nurhadi di Tulungagung

Nasional
Anggota Komisi VIII Protes Menteri Agama Tinggalkan Rapat Kerja demi Panggilan Presiden

Anggota Komisi VIII Protes Menteri Agama Tinggalkan Rapat Kerja demi Panggilan Presiden

Nasional
Langkah Kemenag Antisipasi Virus Corona Jangkiti Jemaah Haji

Langkah Kemenag Antisipasi Virus Corona Jangkiti Jemaah Haji

Nasional
Luhut Sebut Pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Baru Masih Tahap Finalisasi

Luhut Sebut Pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Baru Masih Tahap Finalisasi

Nasional
Protes ke Pengusul RUU Ketahanan Keluarga, Ini yang Dikatakan Politikus PDI-P

Protes ke Pengusul RUU Ketahanan Keluarga, Ini yang Dikatakan Politikus PDI-P

Nasional
Bareskrim Musnahkan 341,6 Kilogram Sabu dan 51 Kilogram Ganja

Bareskrim Musnahkan 341,6 Kilogram Sabu dan 51 Kilogram Ganja

Nasional
Berkas Kasus Novel Baswedan Rampung, Polisi Dinilai Terburu-buru

Berkas Kasus Novel Baswedan Rampung, Polisi Dinilai Terburu-buru

Nasional
Pemerintah Diminta Antisipasi Penyebaran Virus Corona pada Jemaah Haji

Pemerintah Diminta Antisipasi Penyebaran Virus Corona pada Jemaah Haji

Nasional
Anies, Ridwan Kamil, dan Wahidin Absen, Rapat soal Penanganan Banjir Ditunda

Anies, Ridwan Kamil, dan Wahidin Absen, Rapat soal Penanganan Banjir Ditunda

Nasional
Komisi V DPR Rapat dengan Menteri PUPR hingga Pemprov DKI Jakarta, Bahas Penanganan Banjir

Komisi V DPR Rapat dengan Menteri PUPR hingga Pemprov DKI Jakarta, Bahas Penanganan Banjir

Nasional
WNI di Kapal Diamond Princess Belum Dievakuasi, Jokowi: Pemerintah Jangan Didesak-desak

WNI di Kapal Diamond Princess Belum Dievakuasi, Jokowi: Pemerintah Jangan Didesak-desak

Nasional
Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak 2020 Bersifat Rahasia

Antisipasi Kerawanan Pilkada Serentak 2020 Bersifat Rahasia

Nasional
Pemerintah Segera Sosialisasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Pemerintah Segera Sosialisasi Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Tanpa Dihadiri Gubernur Sulut, Mendagri Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

Tanpa Dihadiri Gubernur Sulut, Mendagri Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

Nasional
Pangkogabwilhan I Lepas Tim Gabungan Guna Observasi 188 WNI di Pulau Sebaru

Pangkogabwilhan I Lepas Tim Gabungan Guna Observasi 188 WNI di Pulau Sebaru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X